SOSMAS

Bang Zul : “Banyak Jiwa yang Gelisah dan Sakit”

81
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat mengikuti kegiatan Majelis Taklim Bulanan Almamater Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1990 secara daring di Pendopo Gubernur, Sabtu (28/8).

MATARAM — Spiritualitas menjadi “agama” terbesar di dunia modern saat ini di tengah krisis yang terjadi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Sebagai negara beragama, krisis jiwa dan moral manusia Indonesia harus dimulai kembali dengan implementasi deklarasi pengakuan.

Yaitu atas kesucian, kebesaran dan kekuasaan Tuhan sebagai penentu segala sesuatu. Demikian ungkap Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah.

Hal itu ditegaskan gubernur tepatnya di kegiatan Majelis Taklim Bulanan Almamater Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1990 secara daring di Pendopo Gubernur, Sabtu (28/8).

Baca Juga:  Pulau Lombok Deklarasikan Sandiaga Uno Maju Presiden 2024

“Ditengah pandemi seperti sekarang banyak jiwa yang gelisah dan sakit. Agama bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan kekinian manusia,” kata Bang Zul akrabnya disapa.

Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Bang Zul menyoroti Islam dan Kemanusiaan dalam sudut pandang sederhana tentang ucapan pengakuan.

Yakni bahwa Allah Maha Segalanya namun gagal dimaknai dan mewujud dalam tindakan tapi sebatas ekspresi keagamaan.

“Ucapan Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah seharusnya bisa membuat orang memaafkan kesalahan orang lain. Karena yang luput dari kesalahan itu hanya Allah,” katanya

Baca Juga:  Sentra Jamur HBK Layak Diperluas

Lalu ucapan Alhamdulillah yang bermakna Segala Puji bagi Allah akan menenangkan dan menentramkan jiwa dan batin dengan kemampuan menyimpulkan.

Dimana bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah kehendak Allah. Ucapan terakhir adalah Allahu Akbar bermakna Allah Maha Besar.

“Lisan kita seringkali mengucapkan Allah Maha Besar tapi sejatinya dalam perbuatan, kita membesar besarkan sesuatu yang lain selain Allah,” kata Bang Zul.

“Padahal dalam kaidah spiritual Islam, sekali orang membesarkan atau mencintai selain Allah maka saat itu juga kegelisahan akan menyelimuti,” imbuhnya.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Danrem 162/WB : "Pengarahan Masal Berbasis Desa dan Dusun"

Majelis Taklim Bulanan FE UI 90 ini juga merupakan media silaturahmi almamater tersebut. Bang Zul adalah sarjana lulusan Fakultas Ekonomi UI pada 1995. (red) 

Artikel sebelumyaKemenhub Pastikan Kesiapan MRLL di Mandalika
Artikel berikutnyaIbu Garda Terdepan Bentuk Generasi Penerus Anti Korupsi