SOSMAS

Dinilai Belum Berikan Efek Apapun

73

LOMBOK TENGAH — Dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah nampaknya dinilai belum memberikan efek apapun bagi masyarakat setempat, terutama dari sisi kesejahteraan.

Padahal, dibukanya jalur pendakian itu diharapkan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempabumi beberapa tahun lalu.

Belum lagi selama pandemi COVID19, hasil pertanian masyarakat di wilayah Lantan dan pinggiran gunung rinjani, Loteng tidak bisa memasarkan hasil sayur mereka ke sejumlah pasar di wilayah Praya hingga Kota Mataram.

Baca Juga:  Yuk Daftar! ESPE Syndicate Siap Gelar Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB

“Dampak COVID19 telah memukul masyarakat pinggiran hutan di Lombok Tengah. Kondisi keterpurukan sangat dirasakan (masyarakat),” kata H Rais Ishak – Anggota DPRD NTB, Selasa (6/7).

“Jadi, nggak ada efek apapun dengan ditetapkannya kawasan Lantan sebagai jalur pendakian ke Gunung Rinjani untuk masyarakat diwilayah itu,” tambahnya.

Diungkapkan politisi Demokrat ini, bahkan saat menyapa warga masyarakat dipinggir hutan sepanjang Gunung Rinjani di Lombok Tengah, merasakan betul dampak keterpurukan masyarakat di Lantan.

Dan sekarang, menurut pria yang kerap disapa Haji Rais itu, muncul keinginan masyarakat untuk membuat wilayah mereka menjadi destinasi desa wisata. “Jadi desa wisata, itu aspirasi yang muncul dari masyarakat. Dan ini apa yang menjadi harapan pemerintah, menjadi desa wisata,” katanya.

Baca Juga:  NTB Dinilai Banyak Menuai Perubahan Dibawah Kepemimpinan Zul

Oleh karenanya, sambung Rais, hal ini perlu didukung dengan fasilitas, sarana dan prasarana, infrastruktur oleh pemerintah daerah. Baik itu provinsi maupun pemda kabupaten setempat.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya jalur rintisan pendakian ke Gunung Rinjani yaitu Lantan dan Benang Stokel diwilayah Lombok Tengah bagian Utara, maka perlu dibangun shelter untuk menghindari kecelakaan.

Karena menurut dia, jalur yang ada itu masih setapak, licin juga rentan longsor. Sehingga, pos yang ada itu, perlu ada shelter khusus yang dilengkapi dengan rambu-rambu petunjuk. Sehingga, membuat kenyamanan pada wisatawan.

Baca Juga:  Sentra Jamur HBK Layak Diperluas

“Disini, selain perlu dibangun dan dilengkapi fasilitasnya, maka warga setempat butuh pelatihan tentang kepariwisataan dan managemen usahanya. Termasuk, pelatihan poternya,” harap Rais.

“Untuk para pemudanya perlu ada pelatihan pemuda produktif. Termasuk, untuk ibu-ibu dan perempuan juga perlu diberikan pelatihan pengembangan usahanya,” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaOmbudsman NTB Temukan Banyak Data Siswa Tidak Miliki NISN
Artikel berikutnyaBantuan PKH Tahap III Cair