SOSMAS

Doktor Najam : “Bakohumas Tak Boleh Anti Kritik”

64

LOMBOK UTARA — Memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam desiminasi Informasi bagi pemerintah, stackholder sangatlah penting.

Sinergi dan kolaborasi adalah keharusan ditengah banyaknya arus informasi yang semakin bias dan tidak terkendalikan.

Bahkan kepakaran hilang dilampaui oleh disinformasi hingga terjadinya miskomunikasi.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy pada acara Bakohumas Kabupaten Lombok Utara, Selasa (31/8) kemarin.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa membangun sinergi dan kolaborasi membutuhkan strategi dan manajamen yang terukur.

Ini, kata dia, supaya informasi yang akurat dapat di sampaikan ditengah kondisi arus informasi, lebih ditengah pandemi COVID19.

“Strategi dan manajemen informasi yang baik harus melibatkan semua pihak, itulah kolaborasi,” kata pria yang kerap disapa Doktor Najam ini.

“Jangan merasa bisa sendiri, dan ketika menyalurkan informasi kepada publik harus dengan bahasa yang jelas dan dikemas dengan sebaik mungkin, juga tak boleh anti kritik,” imbuhnya.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

Kadis Kominfotik NTB memuji langkah baik yang sedang dibangun oleh Bakohumas Kabupaten Lombok Utara.

Terlebih melalui kegiatan yang menghadirkan berbagai PPID OPD, stackholder juga jurnalis sebagai langkah membangun sinergi desiminasi informasi.

Sebagai Kadis Kominfotik NTB dan juga pernah di Biro Humas, Komisi Informasi NTB, Doktor Najam berharap agar sinergi dan kolaborasi terus dibangun.

Sehingga, masi kata Doktor Najam, agar segala potensi yang ada di Lombok utara dapat menjadi modal besar pembangunan yang berkelanjutan.

“Ini sangat bagus, dan kami di Pemprov NTB, membangun sinergi dan kolaborasi terus melakukan perbaikan-perbaikan,” ungkapnya.

“Termasuk membentuk forum Jurnalis, meningkatkan pelayanan publik melalui berbagai media NTB Care, NTB satu Data, JPS Gemilang, RS COVID Trauma Center,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menegaskan membentuk sebuah Forum PPID, dan mengemas berbagai informasi dalam kegiatan Bincang Gemilang.

Baca Juga:  HBK Peduli Akan Gelar Vaksinasi Gratis bagi Masyarakat di Pulau Lombok

“Upaya ini cara pemerintah merespon keluh kesah masyrakat, upaya pemerintah hadir ditengah-tengah masyrakat apalagi dimasa pandemi COVID19,” katanya.

Disisi lain, tegas Doktor Najam, tugas kehumasan adalah tugas semua orang. “Siapapun dapat menyampaikan informasi, agar informasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Tentu, lanjutnya, dengan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu berbagai problem sosial, mengupayakan masyarakat cerdas menjadi tugas bersama.

“Menjadi tugas bersama dalam menyebarkan informasi baik kepada publik dan masyrakat kita, agar manfaatnya dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

“Ini sebagai upaya menghindari disinformasi akibatnya memicu berbagai masalah ditengah masyrakat kita, sekali lagi tidak boleh anti kritik,” demikian Doktor Najam menambahkan.

Senada dengan penjelasan narasumber Bang Latief Jurnalis (Aliansi Jurnalis Indonesia) “Menjadi Jurnalis harus menjaga Kode etik, tidak semata mengungkap masalah namun menjadi jurnalis solusi,” tuturnya singkat.

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto

Selain itu, Bupati Kabupaten Lombok utara H Djohan Sjamsu berpesan agar Bakohumas dan Jurnalis terus berperan aktif dalam menyebarkan informasi baik kepada masyarakat.

Terutama, kata orang nomor satu di Lombok Utara itu, yakni tentang upaya pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID19.

“Kami berharap agar Jurnalis, Bakohumas bersinergi dalam menyebarkan informasi baik, media dan Jurnalis bisa menampilkan berbagai upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID19,” pintanya.

“Baik seruan protokol kesehatan covid dan lebih lagi soal potensi kita di KLU yang harus terus di informasikan kepada masyrakat, dan ini butuh sonergi kita semua,” tambah Bupati.

Untuk diketahui, acara dilaksanakan di aula Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara dengan mematuhi protokol kesehatan, turut hadir berbagai PPID, Stackholder Lombok Utara, kegiatan berjalan khidmat. (red)

Artikel sebelumyaRamah Difabel Jadi Komitmen Zul-Rohmi
Artikel berikutnyaPetani Menjerit, Johan Pertanyakan Kebijakan Pemerintah