SOSMAS

DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

67

NUSRAMEDIA.COM — Keberadaan Sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah tentunya harus bisa memberikan dampak positif dan luas bagi masyarakat NTB, khususnya warga sekitar. Peran perempuan juga dinilai penting, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga.

Oleh karenanya, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB mendorong partisipasi kaum perempuan lingkar sirkuit untuk mengambil peranan dalam mendapatkan manfaat positif dibalik terbangunnya kawasan tersebut.

“Kami mendorong serta mendukung agar para perempuan lingkar sirkuit mandalika dapat berpartisipasi untuk berperan meningkatkan perekonomian keluarganya,” kata Kepala Dinas P3AP2KB NTB, Husnanidiaty Nurdin, Jum’at (24/9) di Mataram.

Menurut dia, perempuan dapat berdaya dalam bidang usaha. Terlebih jika ada dukungan dari pemerintah. Dimana hal ini pada akhirnya mendorong program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dia meyakini, dengan adanya partisipasi perempuan dilingkar sirkuit akan memberikan dampak lebih baik kedepannya.

“Dengan adanya partisipasi perempuan di Lingkar Sirkuit Mandalika dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas perempuan di bidang ekonomi, sosial, serta pemenuhan hak anak,” demikian dikatakan Husnanidiaty Nurdin.

Baca Juga:  Rahman Ansori Ingatkan Pentingnya Peran Pemuda Menginternalisasikan Nilai Luhur Pancasila

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan DP3AP2KB setempat, Hj Erni Suryani juga mengutarakan hal senada dengan Kadis. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihaknya bahkan mulai melakukan survei terkait pemberdayaan perempuan disekitar sirkuit KEK Mandalika.

“Kami kumpulkan dan idientifikasi data tentang perempuan di Desa Kuta. Baik itu seperti kondisi, jumlah, kebutuhan hingga keterampilannya,” ucap perempuan yang kerap disapa Hj Erni ini.

Dengan data tersebut, menurut dia, apakah nantinya perempuan di Desa Kuta sudah siap atau tidak dalam kehidupan pariwisata dan event internasional di Mandalika. Karena menjadi penting untuk mengetahui apa yang bisa diperbuat oleh kaum perempuan di Desa Kuta dalam turut serta menyukseskan berbagai gelaran event maupun pariwisata di Mandalika.

Sebagai tindak lanjut nantinya, Hj Erni menegaskan, pihaknya berencana akan menerapkan program pemberdayaan dan perlindungan perempuan di desa tersebut. Tak ditampiknya, demi terwujudnya apa yang menjadi harapan itu, tentunya dibutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak.

Baca Juga:  Diskominfotik NTB dan UNICEF Perkuat Peran Jurnalis

“Karena memang sangat dibutuhkan kolaborasi dalam kebijakan dan pelaksanaannya, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah lombok tengah juga,” tutup Kabid Perlindugan Perempuan DP3AP2KB NTB tersebut.

Menanggapi hal itu, Abdul Muttalib selaku Kepala Dusun Ujung Lauq mengapresiasi serta menyambut antusias terkait rencana program yang akan digalakkan oleh DP3AP2KB NTB. “Kami sangat mengapresiasi program pemberdayaan dan perlindungan perempuan di dusun kami ini secara berkelanjutan,” ujarnya.

Apa yang direncanakan pihak DP3AP2KB NTB itu dinilainya sejalan, bahkan sebuah harapan yang sangat ditunggu-tunggu oleh pihaknya. Dengan harapan terwujudnya sebuah perubahan pola yang lebih baik. “Karena (memang) kami ingin perempuan disini aktif terlibat. Beri kami pancing, bukan ikan,” kata Kadus.

Ayah tiga anak yang juga aktif sebagai pelaku wisata itu menjelaskan, bahwa sebelum ini juga ada sebuah pelatihan yang diberikan. Tetapi, kata dia, tidak ada kelanjutannya. “Karena ini program pemberdayaan, maka kami sangat apresiasi,” ucapnya lagi.

Baca Juga:  Keluarga Benteng Utama Cegah Anak dari Bahaya Narkoba

“Kami tahu akan ada kegiatan sirkuit internasional disini (sirkuit Mandalika), tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keterbatasan kami,” celetuk Sudiani salah satu tokoh perempuan di Dusun Ujung Lauq dengan apa adanya.

Meski demikian, dia mengaku tahu apa kebutuhan para pengunjung sirkuit yang datang dari mancanegara dan domestik pada event bergengsi tersebut. “Mereka (tim peserta sirkuit dan penonton) tentu perlu oleh-oleh seperti souvenir dan makanan dan lainnya. Tapi kami tidak bisa berbuat dan memasarkannya,” jelasnya.

Selain keterbatasan akses untuk fasilitasi dan dana, ditambahkan Rusna yang mendampingi Sudiani, juga masih minimnua keahlian. Ini dikarenakan, ungkap dia, beberapa faktor seperti pendidikan dan semangat.

“Ibu-ibu di dusun ini pekerjaannya di sawah dan sabit rumput. Jadi semangatnya (untuk lebih maju) kurang. Tapi kalau terus dimotivasi, pasti bisa,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SMP wilayah Lombok Tengah ini. (red) 

Artikel sebelumyaSatgas Terjunkan Tim Fokus Lakukan Perbaikan Data Tata Kelola Aset di Gili Trawangan
Artikel berikutnyaIKA Unram Gandeng Bank NTB Syariah Terbitkan Kartu Alumni