SOSMAS

FPSI Sumbawa Kecam Aksi Penindasan Muslim Uighur

519

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — BBC melansir, ada satu juta etnis muslim Uighur dimasukkan ke dalam kamp-kamp konsentrasi, dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan disiksa.

Situasi ini membuat geram banyak kalangan khususnya umat islam di dunia, tak terkecuali umat Islam di Kabupaten Sumbawa. Forum Penegak Syi’ar Islam (FPSI) Kab. Sumbawa, menyampaikan pernyataan sikap dan seruannya mengenai hal tersebut.

FPSI menyatakan apa yang telah terjadi terhadap muslim Uighur, bertentangan dengan semangat persatuan, perdamaian dan penghargaan terhadap kebebasan dan kedaulatan serta perjuangan bangsa-bangsa manapun di dunia.

“Hal ini juga bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Tindakan biadab tersebut akan merobek semangat perdamaian dunia, bahkan bisa mengguncang stabilitas keamanan umat manusia khususnya umat Islam,” kata Sekretaris Umum FPSI, Repi S pada siaran pers yang diterima media ini, Kamis (20/12).

Baca Juga:  Masyarakat Didorong Daftarkan Kekayaan Intelektual

Tak hanya itu kata Repi, hal ini pula bertentangan dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang sangat jelas manyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Tindakan yang telah diperlihatkan dan dipertontonkan kepada muslim Uighur menurutnya, adalah bentuk penjajahan gaya baru, maka harus dikecam dan dilawan.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen kekuatan umat Islam di daerah ini, untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa umat Islam di Kabupaten Sumbawa tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk kedzaliman dan penindasan di belahan bumi manapun,” tuturnya.

Baca Juga:  Johan Rosihan Serahkan Bantuan Makanan Tambahan Untuk Ibu Hamil dan Balita

“Terakhir, kami menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam di seluruh Indoneisa agar ikhlas mendoakan keselamatan, kedamaian dan kebebasan bagi Saudara-saudara muslim Uighur. Kami mengajak seluruh komponen umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menyatakan penolakan akan kebiadaban yang terjadi kepada muslim Uighur,” tambah Repi.

Untuk dipahami lebih jauh dikatakannya, bahwa sesama muslim ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lainnya pasti merasakan sakitnya.

Baca Juga:  Rudhy Mbojo Salurkan Bantuan 10 Unit Kincir di KSB

Oleh karena itu, ia mengajak serta mendukung kemerdekaan dan kebebasan untuk muslim Uighur. “Sakit mereka adalah sakit kita semua. Termasuk juga bersiap memberikan infak terbaik bagi kemuliaan muslim Uighur dan meringankan beban mereka,” demikian. (NM1)

Artikel sebelumyaPerkuat Sinergitas TNI-POLRI, Kodim 1607/SBW Gelar Apel Danramil dan Babinsa Tersebar
Artikel berikutnyaVaksin MR Campak-Rubella Kebijakan Pemerintah Lindungi Masyarakat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here