SOSMAS

Gubernur NTB Dukung Unter Iwis dan Batulanteh

109

MATARAM — Gubernur NTB mendukung penuh Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwis (UI) dan Batulanteh di Kabupaten Sumbawa dijadikan sentra atau percontohan pengembangan serta pembelajaran lebah (madu) trigona. Dimana selanjutnya, diduplikasi untuk dikembangkan di seluruh wilayah Pulau Sumbawa. Hal ini diyakini akan berpotensi membuka peluang industrialisasi madu di Pulau Sumbawa. Pasalnya, budidaya madu tersebut melibatkan langsung masyarakat setempat dan berdampak signifikan terhadap kesejahteran masyarakat.

Demikian dikatakan Dr H Zulkieflimansyah-Gubernur Nusa Tenggara Barat saat menerima Audiensi Tim Center for International Forestry Research (CIFOR), Tim Peneliti Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) KANOPPI, Ani Adiwinata, Syafrudin, Syafi’i serta General Manager Geopark Tambora, Hadi Santoso terkait Pengelolaan Agroforestri berbasis bentang alam untuk peningkatan ekonomi petani dan UMKM. Bertempat di Pendopo Gubernur, Kamis 24 Juni 2021, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Madani Mukarom, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah.

Baca Juga:  Yuk Daftar! ESPE Syndicate Siap Gelar Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB

Menurut Zul, industrialisasi bukan seperti apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Yaitu harus dengan hadirnya pabrik-pabrik besar. Industrialisasi yang dimaksud cukup sederhana. “Industrialisasi tidak harus dengan pabrik besar. Selama ini kita terlena dengan menghasilkan produk mentah, sudah saatnya kita juga bisa mengolahnya melalui industralisasi,” kata orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat ini.

Dijelaskannya, proses industralisasi tersebut bukan merupakan proses sederhana. Harus melibatkan sains dan teknologi untuk meningkatan kapasitas masyarakat. Namun bukan hal yang mustahil, dapat didukung dengan berbagai program unggulan NTB. Salah satunya Beasiswa NTB dengan mengirim anak daerah untuk mempelajari sektor kehutanan ataupun jika perlu membuka jurusan teknologi pertanian yang mumpuni. “Kirim anak terbaik untuk mempelajari sektor kehutanan. Buka jurusan tehnologi pertanian, untuk dapat mengolah madu trigona dan sektor-sektor lainnya,” tutup Gubernur NTB. (red) 

Baca Juga:  HBK Peduli Akan Gelar Vaksinasi Gratis bagi Masyarakat di Pulau Lombok
Artikel sebelumyaKapolri, Jaksa Agung dan Menkominfo Teken SKB Pedoman Implementasi UU ITE
Artikel berikutnyaPengurus Baru Harus Mewariskan Kebaikan