SOSMAS

Gubernur NTB Siapkan Perlindungan Sosial Bagi Anak Yatim Piatu Terdampak COVID19

90
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah melirik kondisi anak yatim piatu yang ditingal mati orang tua karena Corona Virus Disease 2019 (COVID19).

Anak yatim piatu direncanakan akan diberikan perlindungan sosial dan pendidikan. Ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar demi keberlangsungan kehidupan anak.

Untuk merealisasikan hal itu, saat ini Dinas Sosial Provinsi NTB bersama Kabupaten/Kota sedang melakukan pendataan jumlah anak yatim piatu.

Yakni, dengan kategori ditinggal mati oleh orang tuanya karena COVID19. Berdasarkan data yang dihimpun sementara ada 72 anak.

Lombok Timur ada 48 anak, Lombok Barat 7, Sumbawa Barat 6, dan Sumbawa sebanyak 11 orang anak. Sedangan daerah lainnya, saat ini masih melakukan pendataan.

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik. Menurut pria yang akrab disapa AKA ini, bahwa data tersebut masih bersifat sementara.

Karena, lanjut dia, data tersebut tidak menutup kemungkinan akan bertambah. “Data dari Kabupaten/kota yang sudah masuk bisa saja bertambah sesuai hasil validasi yang sedang berlangsung dilapangan,” ujarnya, Rabu (25/8) di Mataram.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD NTB ini juga menerangkan, validasi yang sedang berlangsung dilapangan ini dilakukan oleh Sakti Peksos (Satuan Bhakti Pekerja Sosial) anak.

Data yang sudah terkumpul dan divalidasi, sambung AKA, nantinya akan dikirim ke Kemensos untuk mendapatkan bantuan. “Sesuai dengan program yang disiapkan Kemensos,” demikian.

Baca Juga:  MUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah menegaskan, bahwa hasil pendataan itu akan dipergunakan sebagai bahan pengambil kebijakan Pemprov NTB.

Dimana bagi anak yatim piatu usia sekolah, kata dia, khususnya yang tidak bisa melanjutkan sekolah akan dilakukan pendekatan dengan keluarganya untuk diasuh oleh Pemerintah.

Yakni tepatnya di Panti Sosial Asuhan Anak Generasi Harapan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat dan akan disekolahkan sampai tingkat SMA sederajat.

“Mereka akan ditempatkan di asrama. Kemudian dimasukkan ke sekolah di sekitar Kota Mataram dan Lombok Barat yang berdekatan dengan panti sosial,” jelas Bang Zul.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Selama di panti sosial, para anak yatim piatu akan dipenuhi kebutuhan berupa sandang pangan dan lainnya. Dimana akan ditanggung penuh oleh Pemprov NTB.

“Apabila keluarga mereka tidak mau dilakukan pengasuan di panti sosial, maka kita akan masukkan datanya di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Yang menjadi Binaan Dinas Sosial yang ada di alamat tempat tinggal mereka,” tutur Bang Zul.

“Kemudian dipastikan akan dibantu melalui Hibah atau Bansos Pemerintah Provinsi yang setiap tahunnya diberikan melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS),” demikian ia menambahkan. (red) 

Artikel sebelumyaPerpusnas Akan Bangun Perpustakaan di KEK Mandalika
Artikel berikutnyaDPK NTB Hadirkan Mobil Feeling