SOSMAS

HMS2M Pertanyakan Sikap Pemda Soal Akses Jalan di Orong Telu

130

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan Mataram (HMS2M), Sendi Akramullah mempertanyakan sikap pemerintah terkait akses jalan di wilayah Kecamatan Orong Telu.

Setelah perbaikan sementara oleh Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa terhadap dua jembatan yakni Brang Punik dan Tempoak Renok pada pertengahan januari lalu, salah satu jembatan tersebut yakni Brang Punik kembali mengalami kerusakan pada Sabtu (30/3) malam.

Sehingga rentan waktu antara perbaikan dan kerusakan yang tidak telalu jauh ini  menjadi pertanyaan masyarakat Kecamatan Orong Telu. Pasalnya kerusakan jembatan yang berada di ruas jalan Teladan-Kelawis itu membuat mereka kembali terisolir.

Baca Juga:  Jangan Ketinggalan! Yuk, Hadiri Pameran Inovasi Daerah NTB

“Perbaikan sementara yang dilakukan pemerintah terhadap jembatan tersebut terkesan asal-asalan. Hasil dari pengerjaannya hanya mampu bertahan 2 bulan,” kata Tokoh Pemuda setempat yang juga Ketua Umum HMS2M, Sendi Akramullah, Senin (1/4).

Menurut Sendi, mestinya hasil perbaikan yang dilakukan tidak seperti itu. Mengingat besaran anggaran sesuai hasil audiensi dengan DPR mencapai Rp. 42. 216.000  untuk perbaikan sementara jembatan Brang Punik dan Rp. 93.180.000 untuk perbaikan Jembatan Tempoak Renok.

“Masa Cuma ditumpuk batu dengan bronjong, anggarannya begitu besar. Kami mahasiswa bersama pemuda Orong Telu mencurigai adanya indikasi penyelewengan anggaran perbaikan sementara terhadap kedua jembatan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Danrem 162/WB : "Pengarahan Masal Berbasis Desa dan Dusun"

Ditemui terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa Ihsan Imanuddin, S.T memberikan klarifikasi. Menurutnya, tidak ada kerugian negara dalam  penanganan kedua jembatan tersebut. Karena perbaikan sementara, tidak menggunakan anggaran swakelola, melainkan menggunakan uang pribadi. Sebab sampai saat ini, anggaran swakelola belum keluar.

“Itupun kami usahakan. Maka sumber anggaran perbaikan sementara tersebut dari uang saya pribadi. Kita selesaikan dengan total Rp. 15 juta untuk perbaikan sementara itu. Semangatnya bagaimana menyelematkan masyarakat. Swakelola belum jalan sampai sekarang,”ungkapnya.

Ia membantah jika anggaran untuk perbaikan jembatan Brang Punik yang dilakukan pada bulan Januari lalu yakni sebesar Rp. 42. 216. 000.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

“Tidak ada 42 juta. Tidak ada RAB. Karena memang itu sifatnya mendadak karena bencana, sehingga atas dampaknya kami harus memperbaiki. Tidak ada anggaran. Jika mau diaudit silahkan. Belum ada swakelola sampai saat ini. Ini hanya bentuk tangungjawab kami sebagai pemerintah,” jelasnya.

Diterangkannya, untuk penanganan terhadap kerusakan jembatan yang kembali terjadi akan dilakukan dengan segera. Namun terlebih dahulu pihaknya akan melakukan rapat internal untuk mengambil langkah-langkah terbaik.

“Dengan segera pasti kami tangani. Jika sudah ada hasil keputusan saat ini, maka besok langsung kami menuju lokasi,” pungkasnya. (NM3)

Artikel sebelumyaParah! Bangun Camp di Dodo, Ternyata AMNT Belum Kantongi IMB
Artikel berikutnyaJelang Masa Tenang, Bawaslu Sumbawa Lakukan Patroli Pengawasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here