SOSMAS

Imbau Masyarakat KSB Patuhi Prokes

67

SUMBAWA BARAT — TNI dan Polri berupaya memberikan edukasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Seperti yang dilakukan oleh Babinsa jajaran Kodim 1628/Sumbawa Barat bersama Bhabinkamtibmas setempat.

Mereka mendatangi semua Kecamatan. Pasalnya, PPKM ini mulai diberlakukan, khususnya di Pulau Jawa dan Bali. Khusus di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), seperti yang dilakukan oleh Babinsa Seteluk SERKA Muhammad bersama Bhabinkamtibmas, pihak Desa Seteluk Tengah dan Kecamatan Seteluk.

Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Pasar Seteluk agar memahami dan menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan aturan dari pemerintah. Kegiatan yang sama juga dilakukan disemua wilayah KSB.

Baca Juga:  Sentra Jamur HBK Layak Diperluas

“Terkait pemberlakuan PPKM Darurat yang diatur pemerintah yaitu, aktivitas masyarakat di Mall atau pusat perbelanjaan, fasilitas umum, dan obyek wisata diperketat,” ungkap Dandim 1628/Sumbawa Barat melalui Kasdim 1628/SB, Mayor Dahlan, Sabtu (3/7) di Taliwang.

Mayor Dahlan juga mengatakan, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai jam 20.00 waktu setempat dan membatasi kapasitas pengunjung.

Sementara warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan hanya menerima delivery atau tidak diperkenankan makan di tempat. Rumah ibadah juga diperketat bahkan ditutup untuk sementara waktu dan kegiatan belajar dan mengajar 100 persen dilakukan secara daring.

Baca Juga:  NTB Dinilai Banyak Menuai Perubahan Dibawah Kepemimpinan Zul

“Semua diperketat dalam PPKM Darurat, bahkan alat transportasi angkutan umum juga hanya dapat memuat 70 persen saja dari kapasitas maksimal dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Walaupun begitu, toko obat atau Apotik dapat dibuka full hingga 24 jam. Mayor Dahlan mengimbau warga, guna menghindarkan diri dari penyebaran Covid-19, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun secara rutin. (red) 

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto
Artikel sebelumyaNTB Terbuka Terhadap Investor
Artikel berikutnyaKepekaan Sosial Bang Zul Tak Pernah Padam