SOSMAS

Ingin Lakukan Penyebrangan Tano-Kayangan?

185

MATARAM — Tepat Senin (21/6) kemarin, penyebrangan menggunakan transportasi laut (kapal ferry) khususnya di pelabuhan poto tano-kayangan resmi memberlakukan pembayarab menggunakan sistem “non tunai” atau kartu elektronik. Sedangkan untuk mendapatkan kartu elektronik ini, masyarakat tak perlu risau. Pasalnya sangat mudah bahkan sudah tersebar di sejumlah bank, gerai/toko modern.

Diberlakukannya sistem ini, bukan tanpa alasan. Sebagaimana dikatakan Lalu Moh Faozal-Kepala Dinas Perhubungan NTB, yaitu salah satunya bertujuan untuk mencegah kontak langsung ditengah wabah COVID19. “Ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kontak langsung antara masyarakat dan petugas pelabuhan,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Selain itu, kata Faozal, pembayaran menggunakan kartu elektronik ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Menurut dia, transaksi pembayaran juga menjadi mudah, praktis, terhindar dari uang palsu. Bahkan proses transaksi di tollgate menjadi lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antri di pelabuhan.

Penerapan pembayaran non tunai menggunakan kartu elektronik ini, masih kata Faozal, juga mengacu dengan aturan Kementerian Perhubungan PM No19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan bertahap di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Danrem 162/WB : "Pengarahan Masal Berbasis Desa dan Dusun"

Selain itu, penerapan cashless ini juga mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai serta akselerasi transformasi digital yang dicanangkan Pemerintah dimana salah satu instruksi Presiden Joko Widodo agar mempercepat revolusi layanan publik berbasis digital. Apalagi di tengah pandemi COVID19 saat ini, digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. (red) 

Artikel sebelumyaKagum dengan Keindahan Puncak Mantar
Artikel berikutnyaMuseum NTB Diminta Terus Berinovasi