SOSMAS

Job Fair PMI Tujuan Arab Saudi Dibuka

66

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Bupati Sumbawa diwakili Sekretaris Daerah (Sekda)Kabupaten Sumbawa Drs. H. Hasan Bsari, MM membuka cecara resmi Job Fairpenempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK)dengan negara tujuan Arab Saudi. Kegiatan yang mulai dibuka pada Senin (9/3) hingga enam bulan kedepan di UPTD LLK/LTSP-P2TKI Disnakertransini merupakan kerjasama Pemkab Sumbawa melaui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan PT. Bursa Usaha Migran Indonesia (PT. BUMI).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa,Mohammad Anshori, Ketua Komisi IV DPRD KabupatenSumbawa, Perwakilan Forkopimda, Para Asisten Sekda Kabupaten Sumbawa dan Para Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Pimpinan PT. Bursa Usaha Migran Indonesia, Perwakilan BLKN Provinsi NTB dan BP3TKI Mataram, Serta Camat Se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa telah mengalami penurunan yang cukup baik. Dari 4,20 % pada tahun 2015, menurun menjadi 3,47 % pada tahun 2019.

“Hal ini tentunya tidak terlepas dari berbagai ikhtiar yang telah dilakukan pemerintah daerah, antara lain melalui optimalisasi UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) untuk melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi sehingga dapat meningkatkan keterampilan para pencari kerja,” ujarnya.

Baca Juga:  Jangan Ketinggalan! Yuk, Hadiri Pameran Inovasi Daerah NTB

Dikatakan, dalam hal penempatan tenaga kerja di dalam negeri, Pemkab Sumbawa juga terus berupaya memfasilitasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta berupaya untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi pengusaha atau investor untuk berinvestasi di Sumbawa, sehingga masyarakat mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk mendapatkan pekerjaan.

Adapun terkait penempatan tenaga kerja di luar negeri, pemerintah kabupaten sumbawa dalam hal ini sangat terbantu dengan adanya Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) secara online untuk tujuan ke Negara Arab Saudi. Oleh Karena itu, Bupati berharap dengan adanya kegiatan Job Fair SPSK ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kab. sumbawa sehingga tingkat pengangguran terbuka semakin menurun.

Diharapkan pula dalam penempatan tenaga kerja ke Arab Saudi tidak terjadi lagi kasus ketenagakerjaan yang menimpa pekerja migran Indonesia asal Sumbawa.

Baca Juga:  HBK Salurkan 269 Rompi Untuk Kontingen PON NTB

“Dengan sistem online yang terintegrasi langsung antara pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi dari mulai informasi pendaftaran, seleksi, penempatan dan pemulangan di bawah kendali pemerintah republik indonesia, diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pekerja migranIndonesia asal sumbawa di Arab Saudi.” Jelasnya.

Sementara itu, Sambutan Pimpinan PT. Bursa Usaha Migran Indonesia yang disampaikan oleh Sekjen DPD Apjati L. Suprial Wahid mengatakan bahwa Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ini tidak mencabut moratorium penempatan TKI, karena sistem ini berbeda dengan sistem yang telah dilakukan selama ini.  Dengan sistem ini, pekerja migran Indonesia tidak lagi tinggal di rumah majikan tetapi ditempatkan di asrama, dan saat bekerja akan diantar jemput oleh pihak perusahaan sehingga waktu bekerja tidak akan menyalahi kontrak kerja yang telah disepakati.

“Untuk diketahui, anak-anak kita tidak seperti dulu lagi yang harus tinggal dirumah majikan, tetapi akan disediakan mess dan tentunya gajinya pun tidak akan ada masalah dan lain sebagainya. Jadi semua informasi akan terintergrasi dengan sistem one chanel yang akan kita ketahui bersama,” katanya.

Baca Juga:  HBK Peduli Akan Gelar Vaksinasi Gratis bagi Masyarakat di Pulau Lombok

Sebelumnya Kepala Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa Pameran Kesempatan Kerja kali ini khusus bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Kerajaan Arab Saudi melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK). Melalui sistem ini, aplikasi yang digunakan oleh Kerajaan Arab Saudi terintegrasi dengan aplikasi yang digunakan olehPemerintah RI.

“Sistem seperti ini belum pernah diterapkan sebelumnya, dan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memberikan perlindungan optimal bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) kita sekaligus sebagai sebuah solusi untuk meminimalisir permasalahan PMI di Luar Negeri,” tukasnya. (red) 

Artikel sebelumyaDewan Minta Penimbun Masker Ditindak Tegas
Artikel berikutnyaKKP Mataram Jamin Wisatawan Kapal Pesiar Aman Potensi Corona