SOSMAS

JPS Gotong Royong Dilaunching

64

MATARAM — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memberikan dampak bagi sejumlah kelompok masyatakat yang cukup dijadikan perhatian. Salah satunya, para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang kecil lainnya.

Merespon hal itu, Jum’at (6/8) kemarin, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah melaunching Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gotong Royong PPKM NTB. Dikesempatan itu, Gubernur mengungkapkan asal mula munculnya gebrakan tersebut.

“Ide awal ini ketika kami mengunjungi beberapa pedagang kecil, UMKM dan masyarakat dibeberapa tempat yang mengeluh akibat imbas pemberlakuan PPKM,” kata orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat ini.

Menurut Bang Zul, dimasa PPKM, bukan hanya sektor kesehatan yang jadi perhatian. Namun sektor ekonomi juga penting. Banyak masyarakat yang mengeluh terutama pedagang kecil akibat omzetnya turun. Begitupun UMKM yang geliatnya mulai redup.

Maka dari itu, Gubernur mengajak semua pihak agar bersama-sama membantu sekaligus meringankan beban masyarakat. Terutama bagi warga yang terdampak akibat pandemi maupun PPKM. “Dari pada kita mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan sesuatu, untuk meringankan apa yang kita rasakan tadi,” ungkap mantan Ketua BEM Universitas Indonesia.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Danrem 162/WB : "Pengarahan Masal Berbasis Desa dan Dusun"

Ditegaskan Bang Zul, ancaman COVID19 sangat nyata. Oleh karenanya, ia menyatakan semua pihak tentu peduli dengan situasi dan kondisi saat ini. Bahkan, kata dia, Presiden sangat konsen terhadap UMKM maupun pedagang kecil.

Namun untuk melindungi masyarakatnya, menurutnya, PPKM ini harus dilakukan. Karena tidak bisa dihindari. Terlebih dimasa pandemi saat ini. Meski demikian, Pemprov tetap berupaya melakukan yang terbaik.

Adapun isi paket JPS Gotong Royong PPKM NTB, disebutkan Bang Zul, antaranya lainnya seperti beras, ikan teri, kopi dan lainnya. Ini semua berasal dari produk lokal. “Ada oportunity disaat yang bersamaan, untuk menggerakan sektor-sektor UMKM lokal kita,” ujarnya.

“Jadi keberpihakan terhadap produk lokal harus didesain dan dipaksaan. Karena tidak mungkin bisa bersaing dengan produk luar. Sehingga ada cost of learning atau biaya pembelajaran untuk dimasukan di produk UMKM ini,” demikian Gubernur NTB menambahkan.

Baca Juga:  HBK Peduli Akan Gelar Vaksinasi Gratis bagi Masyarakat di Pulau Lombok

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda NTB, Asisten I dan II, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala Dinas Perindustrian, Kapala Dinas Sosial, Kepala DKP, Kepala Dinas Dikbud, Kadis Kepala DPMD Dukcapil, Kadis Perdagangan, Kasat Pol PP, Kalak BPBD, Karo Ekonomi Setda Provinsi NTB dan sejumlah perwakilan pedagang dan penerima manfaat di Kota Mataram.

SIAPKAN 20 RIBU PAKET BANTUAN

Sebagaimana diungkapkan Karo Perekonomian Setda NTB, Hj Eva Dewiyani sebelumnya, ada sekitar 20 ribu paket bantuan yang disiapkan untuk masyarakat yang kesulitan ekonomi selama PPKM.

Sejumlah paket itu, dikumpulkan secara bergotong royong dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN dan donasi beberapa perusahaan swasta yang ada di NTB. “Ini terobosan dan inovasi luarbiasa dari Gubernur DR Zulkieflimansyah. Semoga dapat membantu meringankan beban saudara saudar kita,” katanya pada Kamis (5/8) lalu.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Bantuan paket menyasar PKL, pedagang karyawan kontrak seperti cleaning service, nelayan dan masyarakat umum lainnya. Data penerima paket bantuan ini merujuk data dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) sebanyak 8000 orang ditambah data penerima lain dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial dan masyarakat umum. “Kemungkinan akan bertambah kalau mitra lainnya juga memberikan donasi untuk pengadaan paket bantuan ini,” tambah Eva.

Diantara para mitra tersebut Eva menyebut PT GNE, PT AMNT, PT Bank NTB, BPR se NTB, PT Jamkrida, Hiswana Migas, Pertamina, BWS dan lainnya yang total donasinya senilai Rp 1 miliar lebih. “PPKM yang diperpanjang sampai 9 Agustus ini semoga cepat berakhir dengan angka Covid 19 yang mulai turun,” tambahnya. Meski demikian, Eva optimis masih banyak mitra yang bersedia berdonasi dan berpartisipasi dalam JPS Gotong Royong PPKM ini. (red) 

Artikel sebelumyaPPID Berbenah, Menuju NTB Informatif
Artikel berikutnyaNTBelib Sebagai Rumah Bersama Perpustakaan se-NTB