SOSMAS

Kadiskominfotik NTB Tegaskan Pentingnya Fasilitasi dan Koordinasi

66

MATARAM — Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy mengaku belakangan ini sering menerima masukan banyaknya blank spot dan daerah lemah sinyal. Terlebih pelayanan telekomunikasi ditengah pandemi saat ini dinilainya penting untuk dijadikan perhatian. Terutama bagi siswa dan mahasiswa yang melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Oleh karenanya, menurut pria yang akrab disapa Doktor Najam ini, jaringan internet menjadi penting. Bahkan bagi kehidupan dalam segala sektor ditengah berkembang pesatnya dunia IT saat ini. Hanya saja, ia menyayangkan hingga kini masih ada pernyataan di kabupaten/kota terkesan saling lempar ketika menerima kritikan, keluhan dan masukan dari tiap persoalan yang dihadapi warga.

“Itu bukan tugas kami. Itu bukan kewenangan kami. Kalimat itu bisa saja diucapkan saat menerima kritikan, keluhan dan masukan dari persoalan warga,” kata Doktor Najam. “Tapi apa iya? Warga tahunya, pemerintah tempat menggelayutkan harapan dan solusi. Maka jawaban itu menjadi tidaklah tepat dan kurang bijak,” imbuhnya.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

Pria kelahiran asal KSB ini juga mengungkapkan, bahwa hari ini ada Perwakilan Pemuda dan Mahasiswa Desa Lido Kabupaten Bima bersilaturahim audiensi dengan pihaknya soal hal serupa. “Terkait lemahynya sinyak di desanya,” ungkap Kadiskominfotik NTB, Jum’at (27/8).

Tak hanya itu, sehari sebelum audiensi, Doktor Najam juga mengungkapkan, bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Balmon Frekuensi NTB, GM PT Telkom dan PT Telkomsel. Secara daring, mereka berkonsultasi dengan BHAKTI Kominfo serta mengkoordinasikan kembali dengan Bupati Bima dan Kadis Kominfotik Bima.

Bahkan, kata Doktor Najam, Kandatel Telkom Bima langsung terjun hari itu juga bertemu Kepala Desa Lido dan jajarannya menyikapi persoalan yang ada. Dia menegaskan, bahwa setiap persoalan jika disikapi bersama tidak ada yang tidak bisa terlesesaikan. Karenanya, sinergitas adalah kunci dalam menyikapi setiap persoalan.

Baca Juga:  Gubernur NTB Serahkan Bantuan 2 Ribu Paket Sembako

“Tugas fasilitasi, koordinasi dan konsultasi ini sangatlah penting. Namun sering terabaikan, sehingga satu persoalan bisa berlarut-larut tidak menemukan solusinya,” kata Doktor Najam. “Kehadiran Pemprov NTB hendaknya mampu hadir sebagai fasilitator stakeholders pembangunan lainnya. Kadang hal sederhana seperti usulan dari desa dan Kabupaten/Kota terlupakan dan akhirnya tidak menemukan solusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Doktor Najam menyatakan bahwa persoalan blank spot dan lemah sinyal secara kontinyu diatensi oleh BHAKTI yang diberikan tugas khusus oleh Kementerian Kominfo RI terkait penyiapan infrastruktur BTS/Tower Telekomunikasi apabila tidak bisa dicover oleh provider swasta atau BUMN seperti Telkom dan Telkomsel. “Namun, apabila desa dan Kabupaten/Kota tidak melaporkan, melakukan input updating kebutuhan jaringan internet ini, maka intervensi pemerintah pun tidak bisa dilakukan,” kata Doktor Najam.

Baca Juga:  PKB dan KNPI Dukung Vaksinasi Polda NTB

Ditegaskannya, Tim Bidang Sandi Kominfotik NTB dalam waktu dekat akan terjun ke Kabupaten/Kota untuk melihat secara langsung persoalan yang ada. “Segera minggu depan turun kembali ke Kabupaten/Kota bahkan ke beberapa titik desa untuk melihat secara labgsung, berkoordinasi dan menekankan agar dinas terkait Kabupaten/Kota lebih gercep (gerak cepat) dan proaktif melihat kebutuhan internet di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

“Dalam fungsi koordinasi dan fasilitasi ini, kami akan kawal dan tidak akan pernah jenuh menerima keluhan, masukan dan kritikan warga dalam memfasilitasi (tiap persoalan) agar tertangani secepatnya oleh institusi yang berkompeten dan berwenang,” demikian Doktor Najam menambahkan. (red)

Artikel sebelumyaGeopark Tambora Siap Mendunia
Artikel berikutnyaAnak Muda Desa Sebagai Founder Penggerak Literasi Membaca