SOSMAS

Kampung Banjar Akan Disulap Jadi Kampung Wisata

37
Anggota DPRD NTB asal Dapil I Kota Mataram, Made Slamet

NUSRAMEDIA.COM — Sejak tanggal 19 hingga 24 November 2021, seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali ke daerah pemilihan (dapil) nya masing-masing.

Selama lima hari itu, mereka melakukan sosialisasi sejumlah Peraturan Daerah (Perda). Dengan beberapa item yang tersedia, mereka dapat memilih Perda mana saja yang diambil untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

Dominan sejumlah anggota dewan di Udayana sendiri memilih hanya satu Perda untuk disosialisasikan. Lain halnya dengan Anggota DPRD NTB asal Dapil I Kota Mataram, Made Slamet justru lebih memilih dua Perda sekaligus untuk disosialisasikan.

Yaitu Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Desa Wisata. Diambilnya kedua Perda itu bukan tanpa alasan. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, karena kedua Perda itu tak terpisahkan, sehingga harus disingkronkan.

Baca Juga:  Pemuda dan Mahasiswa NTB Diajak Tingkatkan Skill Pemahaman Teknologi

“Saya ambil dua perda yaitu tentang Desa Wisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kenapa saya jadikan satu kedua perda itu, karena pariwisata dan ekonomi kreatif itu menjadi satu (tidak terpisahkan),” kata Made Slamet kepada awak media, Rabu siang (24/11) tadi di Mataram.

Dia mengaku ada lima titik yang disasar dalam mensosialisasikan Perda tersebut. Salah satunya, ungkap Made Slamet, diwilayah Kampung Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dititik ini juga dilakukan persiapan pembentukan kampung wisata.

Dia menilai, untuk Banjar dan wilayah sekitarnya memiliki potensi untuk dijadikan kampung wisata. “Potensinya ada disana (kampung banjar). Pantainya bagus, luas, kreatif bahkan masyarakatnya sangat welcome,” kata Made Slamet.

Dijelaskannya, untuk pembentukan kampung wisata, peran masyarakat sangat menentukan. Saat melaksanakan sosialisasi di kampun itu, Made Slamet mengaku sangat disambut luar biasa. “Intinya dari masyarakat dulu,” katanya.

Baca Juga:  PKS NTB Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

“Karena apapun usahanya kalau masyarakatnya tidak mau, ya tidak bisa. Nah, kebetulan disana itu sambutan masyarakatnya luar viasa. Bahkan ingin segera menjadikan kampung itu dan sekitarnya termasuk Sintung menjadi kampung wisata,” imbuhnya.

Sebelum disulapnya Kampung Banjar menjadi Kampung Wisata, Made Slamet mengaku telah menyerahkan Perda tersebut kepada masyarakat setempat. Dengan harapan, masyarakat sendiri dapat mempersiapkan segala sesuatunya sesuai petunjuk didalam perda.

Oleh karenanya, masyarakat setempat diminta untuk mengikuti mekanisme pemerintah yang tertuang di dalam perda tersebut. “Saya selaku anggota dewan dari dapil Kota Mataram dan kebetulan di Komisi (II DPRD NTB) yang membidangi pariwisata akan segera membackup secara anggaran,” tegasnya.

Baca Juga:  PKS NTB Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Dia juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Sehingga dapat dipetakan mana titik yang bisa dan tidak bisa menjadi kampung wisata nantinya. “Nanti saya akan koordinasi dengan kepala dinas untuk mempersiapkan. Saya kan ada dana aspirasi dewan, sata akan backup dengan itu,” tegasnya lagi.

Dia menyatakan dengan digeliatkannya kembali sektor pariwisata, diharapkan mampu digunakan sebagai ajang kemajuan ekonomi kreatif masyarakat. “Jangan sampai jadi penonton di kampung sendiri,” kata Made Slamet.

Tak hanya itu, ia menilai kampung banjar, sintung ataupun sekitarnya dinilai sudah baik. Sehingga tinggal bagaimana saat ini dapat terjaga dengan baik. “Disana potensinya sudah ada, bahkan sudah sangat bagus. Sekarang tinggal jaga saja,” demikian Made Slamet. (red) 

Artikel sebelumyaWSBK Sukses, Bersiap MotoGP : Jempol Untuk Gubernur NTB!
Artikel berikutnyaAtlet Peparnas Sumbawa Terima Reward