SOSMAS

Kepekaan Sosial Bang Zul Tak Pernah Padam

99

BIMA — Kepekaan sosial Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr H Zulkieflimansyah patut diapresiasi. Terutama terhadap kondisi sosial ekonomi kesehatan tak pernah padam sedikitpun.

Kali ini, Bang Zul akrab gubernur disapa, merespon pengaduan di sosial media (sosmed) tentang dua orang anak yatim piatu di Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Bantuan tanggap sosial berupa sembako dan sejumlah dana disalurkan olehnya untuk meringankan beban kebutuhan sementara terhadap dua anak yatim piatu ini.

Melalui sosmed dimanfaatkannya menerima pengaduan agar informasi yang tersumbat bisa segera ditangani dengan pelayanan pemerintah.

Karena tak jarang, masyarakatpun ingin mendapatkan atensi langsung dari pemangku kebijakan. Bahkan berulang kali, Bang Zul mengungkapkan akan berupaya maksimal merespon setiap pengaduan masyarakat NTB.

Informasi di sosial media begitu cepat dan dianggapnya sangat bermanfaat. Bahkan memudahkan pelayanan pemerintah dengan segudang kesibukannya.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi, Danrem 162/WB : "Pengarahan Masal Berbasis Desa dan Dusun"

“Anak yatim piatu di Sape perlu perhatian kita semua. Mereka adalah anak-anak kita bersama. Kami sudah kerahkan dinas sosial untuk asessment dilokasi,” kata Bang Zul, Minggu (4/7).

Berdasarkan hasil asessment pendamping PKH Kemensos RI di Dinsos NTB dan Dinsos Kabupaten Bima, anak yatim piatu itu bernama Marni dan Afah.

Marni lahir di Desa Jia pada tanggal 1 Juli 1985. Sedangkan Afah, lahir pada 9 Januari 2005 di Desa yang sama. Ayah dari Marni dan Afah sudah meninggal beberapa tahun silam.

Setelah meninggalnya ayah mereka, tak lama kemudian ibu dari Marni dan Afah juga menyusul sang ayah kembali kepangkuan Allah SWT sepuluh hari lalu.

Yang memprihatinkan lagi, kondisi anak-anak tersebut menderita penyakit bawaan lahir (cacat permanen). Sehingga Marni dan Afah pun beraktifitas seadanya dirumahnya di Dusun Mubarakah RT 012/006, Desa Jia.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Bang Zul juga menerangkan, sebelum ibu mereka meninggal dunia, keluarganya mendapatkan bantuan sosial seperti PKH, BPNT serta BPJS Kesehatan. Hanya saja, saat ini, hanya Afah yang mendapatkan BPJS, sedangkan Marni belum terdaftar.

“Semoga keluarga terdekat, terus mendukung Marni dan Afah. Agar keduanya tetap hidup layak, seperti anak anak lainnya,” harap orang nomor satu di NTB ini.

Menurut Bang Zul, adanya bansos pemerintah, sangat meringankan kondisi keluarga. Untuk itu, Gubernur terus memberikan semangat kepada Pemda melalui Dinsos Kabupaten/Kota dan aparat Desa.

“Sebab, saat ini kita sama-sama berjuang memperbaiki data kemiskinan melalui perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang saat ini sedang berproses di daerah,” ungkap Bang Zul.

“Melalui perbaikan DTKS ini, sangat membantu untuk mengidentifikasi warga yang layak masuk dalam daftar data kemiskinan,” imbuhnya.

Baca Juga:  MUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa

Begitu pula masyarkat lain, masih kata Bang Zul, terutama yang belum masuk dalam data DTKS, agar bisa mandiri mendaftarkan diri di Desa masing-masing, sesuai ketentuan yang ada.

Terpisah, Pendamping Sosial PKH Kabupaten Bima, Yuliatin mengatakan keduanya hidup berdua saja sepeninggal orang tuanya Abdul Khalik dan Asmah. Kondisi tangan dan kaki tidak normal.

Menurut dia, kebutuhan sehari-hari hanya memanfaatkan bantuan PKH dan BPNT. Tidak bisa mencari nafkah, karena kondisi fisik yang kurang mendukung. Kebutuhan lainnya sekarang masih ada sisa sumbangan beras dari tetangga sewaktu ibunya meninggal dunia.

“Bantuan yang dikirim Pak Gubernur telah kami sampaikan. Atas nama kedua anak dan keluarga, menyampaikan terimakasih,” demikian Pendamping Sosial PKH setempat. (red) 

Artikel sebelumyaImbau Masyarakat KSB Patuhi Prokes
Artikel berikutnyaGubernur NTB Tak Ingin Forum Kades Ibarat Katak dalam Tempurung