SOSMAS

Ketua NWDI Sumbawa Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Tangani COVID19

109

SUMBAWA — Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menangani COVID19.

Terlebih diketahui bersama, saat ini Kabupaten Sumbawa sedang berada pada posisi yang memprihatinkan, yakni zona merah. Menurut Jamal, menyikapi persoalan COVID19 menjadi tanggungjawab bersama.

Pemerintah, kata dia, tidak mungkin bisa berjalan sendiri dalam menangani COVID19. Maka dari itu, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat agar menyatukan langkah bersama pemerintah melawan pandemi COVID19 di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Tanpa adanya kolaborasi/sinergi dari berbagai pihak dalam menghadapi ataupun menangani COVID19 dirasakannya akan berat. “Jadi pemerintah itu tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak menangani hal-hal seperti (Pandemi COVID19) ini,” ujarnya, Rabu (4/8) kepada media ini.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

“Di NTB itukan ada banyak ormas. Khususnya di Sumbawa juga ada saudara-saudara kita seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW), dan kami sendiri Nahdlatul Wathan Dinyah Islamiyah (NWDI), termasuk juga ormas-ormas lain yang dari agama lainnya juga,” imbuhnya.

Menyikapi pandemi COVID19, masih kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim NTB ini, tidak ada kata lain selain dengan bersatu melawan virus mematikan tersebut.

“Tidak ada kata lain melawan COVID harus bersatu. Bagaimana cara melawannya, ya tentu mematuhi prokes, tetap menggunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan, umumnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelasnya.

“Disamping itu pentingnya upaya bersama dalam memberikan pemahaman (edukasi/sosialisasi) kepada masyarakat luas terkait vaksinasi, prokes, membatasi pergerakan dan lain sebagainya. Tentunya, segala anjuran pemerintah ini, semuanya demi kebaikan bersama,” katanya lagi.

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto

Menurutnya, tingkat pemahaman masyarakat terkait bahaya COVID19 sudah cukup baik. Hanya saja, perlu upaya maksimal secara bersama-sama agar seirama dalam menekan sekaligus memutus matarantai penyenaran corona virus.

Oleh karenanya, memulai kesadaran diri demi kebaikan bersama, seperti saling mengingatkan dan melindungi adalah hal yang harus terus digalakkan. Dengan harapan, kata Jamal, pandemi ini segera berlalu.

Disisi lain, ia juga mengimbau kepada masyarakat Sumbawa agar tidak cepat termakan informasi yang tak jelas juntrungannya atau hoaks. Contoh, vaksinasi disebut haram. Parahnya lagi, vaksin dibuat seolah-olah sangat berbahaya.

Hal itu, kata Jamal, tidaklah benar. Dari sisi kehalalan telah terujui dan sudah diperjelas sebagaimana ditegaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Nggak ada itu (Vaksin Haram, Red). Kan MUI sudah mempertegas vaksi itu halal dan aman. Alangkah baiknya, kita tidak cepat termakan hoaks,” imbaunya.

Baca Juga:  MUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa

Lebih jauh disampaikan pria yang dikenal ramah dan bersahabat dengan semua kalangan itu, kasus COVID19 di Sumbawa diyakininya akan mampu ditekan dengan baik, manakala semua elemen mau saling mendukung dan bekerjasama dengan baik.

“Ya itu tadi, harus kompak, bersatu pentingnya lagi bersama kita tetap mentaati setiap anjuran pemerintah. Disisi lain pemahaman atau edukasi juga harus terus digencarkan. Nah, inilah tugas kita bersama, bagaimana semuanya pada akhirnya akan kembali baik dan normal lagi,” demikian Ketua Umum PD NWDI Kabupaten Sumbawa. (red) 

Artikel sebelumyaHBK Pugar 50 Rumah Tidak Layak Huni di Lombok
Artikel berikutnyaDPRD NTB Sorot Implementasi Penanganan COVID19