SOSMAS

Minta Kran PMI ke Malaysia Dibuka

105

MATARAM — Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) menyurati Kementerian Ketenagakerjaan segera membuka kembali akses pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Malaysia. “Khususnya disektor ladang,” ujar Ketua Umum APPMI H Muazzim Akbar, Jum’at (6/8) kemarin.

Pemerintah diharapkan mengakomodir harapan masyarakat yang mulai membutuhkan lapangan pekerjaan. Permintaan ini disebutnya sangat tinggi terutama yang ingin ke Malaysia.
Khususnya untuk perkebunan kelapa sawit.

“Sekitar empat ribu orang lewat APPMI sudah siap diberangkatkan. Tapi tidak bisa jalan karena izin belum dibuka. Padahal mereka sudah mengantongi visa kerja dari pihak Malaysia,” ungkap politisi PAN itu.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

Saat Pandemi COVID19 ini banyak masyarakat terdampak secara ekonomi. Pemuda desa misanya banyak yang akhirnya menjadi pengangguran. Sehingga salah satu cara membantu menyelamatkan ekonomi mereka melalui membuka gerbang pengiriman PMI.

“Sekarang sudah dua tahun ini tidak pernah ada pengiriman, berapa puluh ribu orang jadi pengangguran,” katanya. Pengiriman PMI dipandang akan menjadi solusi menguatkan kembali ekonomi rakyat. Disamping menghidupkan lagi geliat perputaran uang yang mencapai triliunan dari aktivitas PMI.

Di Malaysia pun sejumlah perusahaan tidak menutup diri terhadap PMI. Covid dipandang masih bisa diantisipasi melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Justru Malaysia sudah minta agar dikirimkan tenaga kerja. Lantas apa alasan kota masih menutupnya?,” tekannya.

Baca Juga:  IKA Unram Bekali Milenial NTB Bertani Kreatif Dimasa Pandemi

Pihak Malaysia juga telah menjamin dari kedatangan sampai saat bekerja, PMI akan dijamin menerapkan protokol kesehatan. “Sudah disiapkan tempat karantina dan diswab di sana,” ujarnya.

Hal ini juga untuk membantah pemberitaan kurang tepat terkait pemulangan sekitar 70 Ribu PMI dari Malaysia yang disebut karena situasi krisis ekonomi dan politik Malaysia.

“Informasi ini kurang akurat, buktinya pihak Malaysia meminta kami mengirim tenaga kerja. Adapun yang 70 ribu PMI yang dipulangkan itu, mereka yang sudah habis kontrak kerja dan sebagian besar PMI non prosedural. Jadi situasi di Malaysia masih sangat kondusif,” pungkasnya. (red) 

Baca Juga:  MUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa
Artikel sebelumyaPemerintah Diminta Fokus, Johan : “Terlalu Banyak Gimmick”
Artikel berikutnyaPPID Berbenah, Menuju NTB Informatif