SOSMAS

NKRI Harga Mati! Pemerintah Didesak Tuntaskan Kasus OPM

164

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Mataram (HMI MPO) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD NTB, Kamis 27 Desember 2018.

Keterangan Foto : Beginilah situlasi dan kondisi saat HMI MPO menggelar aksi demo didepan DPRD MTB) agar persoalam imi. (Foto : Bobby Maramis)

Massa aksi mendesak pemerintah agar menetapkan tindakkan sparatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai status A Great Crime dan Humanity Crime.

Demikian hal itu dikatakan oleh Reno selaku Koordinator Lapangan (Korlap) HMI MPO saat berorasi di depan Gedung Udayana.

Menurutnya, akhir-akhir ini kita disuguhkan tindakan yang begitu krusial. Dimana pembantaian dan tindakan mengancam stabilitas negara yang dilakukan KKB kata Reno, mencoba merongrong kebhinekaan serta keutuhan NKRI.

Baca Juga:  Bang Zul : Hanya Pemuda Mampu Lakukan Perubahan Besar

“Tanggal 2 Desember 2018 dan 31 korban jiwa serta pengibaran bendera bintang kejora adalah bukti nyata tindakan OPM (Organisasi Papua Merdeka, Red) harus disikapi serius oleh pemerintah,” tuturnya.

“Untuk itu, kami generasi menolak lupa atas tindakan secara membabi buta yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI,” imbuhnya sembari mengatakan bahwa sangat pantas OPM atau KKB diberikan predikat teroris.

Setelah beberapa waktu lamanya melakukan orasi dibarengi takbir oleh massa aksi, pernyataan Reno ditanggapi serius oleh Anggota Komisi II DPRD NTB, H Lalu Darma Setiawan.

Baca Juga:  Jalan Kiwu-Sampungu Jadi Mulus

Dihadapan massa aksi, atas kejadian tersebut politisi berlambangkan pohon beringin itu (Partai Golkar) mengaku turut menaruh keprihatinan mendalam.

“Kami prihatin, bagaimana saudara-saudara kita dibantai tanpa perikemanusiaan. Apa yang disuarakan hari ini saya terima dan akan kami teruskan ke pimpinan,” ujarnya didampingi H Samsuddin dari Fraksi PKB serta difasilitasi langsung oleh Lalu Juan Hilary selaku Kassubag Humas DRPD setempat.

Dikesempatan itu, ia juga meyakini bahwa kekuatan TNI/Polri sangatlah kuat. Sehingga menurut dia, sangat mustahil persoalan yang terjadi di Irian Jaya tersebut tidak bisa dituntaskan.

Baca Juga:  Diskominfotik NTB dan UNICEF Perkuat Peran Jurnalis

“Kita ketahui TNI–Polri kita kuat. Kita harus tuntaskan habis,” tandasnya sembari disambut takbir. Tak lama berselang, usai diterima dan menyampaikan apa yang menjadi harapan sejumlah massa aksi membubarkan diri secara tertib. NKRI Harga Mati! (NM1)

Artikel sebelumyaPenghujung Tahun, Masyarakat Diajak Gelar Dzikir dan Do’a Bersama
Artikel berikutnyaWabup Tekankan Pembangunan RSUD Baru Tak Menuai Masalah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here