SOSMAS

NTB Surga yang Harus Dijaga Bersama

96
Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah (kiri) dan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid (kanan)

LOMBOK BARAT — Program Ijo Nol Nol Dedoro yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat diapresiasi oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah.

“Program ini sangat sejalan dengan program Zero Waste. NTB itu surga yang harus dijaga bersama-sama,” kata Wagub saat membuka Peluncuran Beriuq Digital, Selasa (24/8) di Lobar.

“Program Ijo Nol Nol Dedoro ini tidak boleh gagal. Karena harus jadi contoh pembangunan berbasis desa,” imbuh orang nomor dua di NTB tersebut.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Dorong Partisipasi Perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika

Dikatakan Wagub, program pemerintah propinsi dalam menangani sampah dilakukan mulai dari hulu sampai hilir.

Salah satunya, melibatkan bank sampah sampai ke dusun-dusun seperti yang akan dilakukan oleh program Pemkab Lobar yang menyasar pelajar melalui tabungan sampah.

“Dihilir, Pemprov telah bekerjasama dengan PLTU Jeranjang dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar, pabrik bata plastik dan lainnya,” demikian.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H Fauzan Halid mengatakan, program lingkungan sebenarnya telah banyak di Lobar termasuk perangkat aturan.

Baca Juga:  Pulau Lombok Deklarasikan Sandiaga Uno Maju Presiden 2024

Ia berharap dengan program ini akan menghidupkan lagi aturan dan merubah perilaku masyarakat dalam menangani sampah mereka.

Lobar menyumbang sampah 800 ton perhari dan yang tertangani baru 200 ton. Sisanya belum tertangani dengan baik.

Saat ini tempat pengelolaan sampah terbaru ada di Batu Layar dan Lingsar dengan kapasitas pengolahan 4 ton sampai 6 ton perhari.

“Dengan program menabung sampah oleh pelajar ini harapannya budaya masyarakat juga akan berubah melalui generasi muda,” ujar Halid.

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto

Halid mengatakan potensi pelajar sangat besar. Pengumpulan sampah oleh pelajar di sekolah sekolah akan dibayarkan melalui tabungan.

Pemkab menjanjikan dana stimulus bagi pelajar dan sekolah yang sukses mengelola sampahnya. Saat ini baru tercover 19 sekolah dari 48 sekolah se-Lobar. (red) 

Artikel sebelumyaSeorang Tukang Ojek di KSB Hamili Selingkuhannya
Artikel berikutnyaTGB Jadi Wakomut BSI, Mahalli Fikri : “Insya Allah Membawa Berkah”