SOSMAS

Pemprov NTB Kerjasama dengan PT Telkom Tuntaskan Area Blank Spot

42

MATARAM — Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kominfotik NTB mengusulkan kerjasama percepatan penuntasan area blank spot dan lemah sinyal kepada PT Telkom Indonesia.

Ini juga dalam rangka mendukung program transformasi digital yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Harapan ini disampaikan melalui surat Gubernur NTB, No. 492/461/I/KOMINFOTIK.

Seperti diketahui, tercatat hingga bulan Mei 2021, Provinsi NTB masih terdapat 42 titik lokasi blank spot dan terdapat sebanyak 63 titik area yang masih lemah sinyal yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB.

Baca Juga:  Mi6 Gelar Vaksinasi Masal Dosis Kedua

“Kami berharap agar infrastruktur jaringan telekomunikasi di NTB segera terwujud. Terutama upaya mengatasi area blank spot dan lemah sinyal dalam mempercepat transformasi digital,” kata Kadiskominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy, Kamis (10/6) kemarin di Mataram.

“Sehingga program pembangunan pemerintah provinsi nusa tenggara barat dapat berjalan dengan baik,” tambah mantan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB ini.

Penegasan yang disampaikan pria asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu, usai mendampingi Direktur Network dan IT Solution PT Telkom Indonesia, Herlan Wijanarko saat berkunjung di KEK Mandalika.

Baca Juga:  PKB dan KNPI Dukung Vaksinasi Polda NTB

Dijelaskan Doktor Najam sapaan akrab Kadiskominfotik ini, bahwa provinsi NTB terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dengan topografis berbukit.

Dengan kondisi alam seperti ini, kata dia, sehingga sangat rentan terjadinya lemah sinyal di berbagai daerah yang didominasi oleh daerah-daerah perbukitan.

Sementara area blank spot memang terjadi di beberapa daerah yang didominasi daerah-daerah pegunungan dan pelosok. “Kami berharap dukungan PT Telkom Indonesia untuk penguatan infrastruktur jaringan di wilayah NTB,” harap Doktor Najam.

Masih kat dia, selain itu Pemprov NTB juga meminta dukungan smart village Nusantara untuk mempercepat transformasi digital dalam rangka percepatan pembangunan peningkatan pelayanan sistem digital bagi masyarakat di perdesaan.

Baca Juga:  DP3AP2KB NTB Harap Tete Batu Jadi Model Ramah Anak dan Perempuan

Saat ini, jumlah desa di Provinsi NTB mencapai 1.005 desa yang tersebar di sepuluh kabupaten kota se-NTB. Sehingga transformasi digital sangat dibutuhkan baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat desa.

Untuk mendukung keberhasilan program sangat dibutuhkan dukungan dari PT Telkom Indonesia berupa program smart village Nusantara, khususnya bagi desa-desa penunjang pengembangan kawasan super prioritas Mandalika Lombok Tengah. (red) 

Artikel sebelumyaBPPD NTB dan Bank NTB Syariah Gelar Lomba Foto-Video Tingkat Nasional
Artikel berikutnyaTingkatkan Kompetensi Anggota, Minimalisir Wartawan Abal-Abal