SOSMAS

Pentingnya Dukungan Ayah, Keluarga dan Lingkungan

54

MATARAM — Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, jumlah persentase bayi yang mendapatkankan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) selama tahun 2020 di NTB mencapai 90,867 bayi. Jumlah tersebut terbilang meningkat dari tahun sebelumnya.

Dimana bencana Gempa mempengaruhi pemberian ASI ibu-ibu di NTB yang berada pada angka 20,3% di bawah rata-rata nasional. Namun, peningkatan tersebut bukan tanpa tantangan.

Hj Niken Saptarini Widyawati selaku Ketua TP-PKK NTB, menekankan ibu menyusui tetap membutuhkan dukungan penuh dari Ayah, Keluarga, dan Lingkungan sekitarnya terlebih dimasa Pandemi COVID19. Ini agar pemberian ASI Ekslusif bisa dilakukan secara maksimal.

Baca Juga:  IKA Unram Bekali Milenial NTB Bertani Kreatif Dimasa Pandemi

“ASI bukan hanya tanggung jawab ibu tetapi juga tanggung jawab pemerintah, ayah, dan keluarga. Ayah harus mampu memberikan dukungan emosional dengan memberikan perhatian, mencintai, menyiapkan lingkungan yang baik bagi Ibu dan bayinya,” kata Hj Niken, Kamis (26/8) kemarin.

Hal itu ditegaskannya pada saat membuka acara Webinar bertajuk “Peran Ayah dan Keluarga, Kunci Sukses dalam Pemberian ASI Eksklusif” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi NTB.

Sementara itu, dr Nurhandini Ekadewi dokter spesialis anak sekaligus Asisten III Setda NTB. Sebagai salah satu pemateri dalam diskusi, perempuan yang kerap disapa Dokter Eka itu menjelaskan terkait pemberian ASI semasa Pandemi COVID19.

Baca Juga:  Jangan Ketinggalan! Yuk, Hadiri Pameran Inovasi Daerah NTB

Menurut mantan Kepala Dikes NTB ini, pemberian ASI Eksklusif tetap harus dilakukan selama pandemi COVID19. Bahkan ibu penderita COVID19 tetap dapat memberikan ASInya kepada bayi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat atau dengan cara memerah ASI.

Hal tersebut dijelaskan Dokter Eka dikarenakan belum ada bukti transmisi vertikal dari ibu ke janin, serta tidak ditemukan SARS-Cov-2 dalam ASI ibu yang terkonfirmasi positif COVID19. “Ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat terus menyusui bayinya atau memerah asinya dengan penerapan protokol kesehatan yang benar-benar ketat,” tegasnya.

Baca Juga:  HBK Salurkan 269 Rompi Untuk Kontingen PON NTB

Selain diisi Dokter Eka, webinar tersebut juga menghadirkan beberapa pemateri lainnya, seperti Nia Umar ketua umum AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Hj Erica Zainul Majdi Ketua TP PKK NTB 2013-2010, Agus Rahmat H, co founder Ayah ASI. (red) 

Artikel sebelumyaSampah Disulap Jadi Paving Block
Artikel berikutnyaGubernur NTB : “Taklukkan Dunia dengan Ilmu”