SOSMAS

Pusaran NTB Gelar Diskusi Terbuka

68

MATARAM — Sabtu malam (19/6) kemarin, telah terlaksana diskusi terbuka. Giat ini digagas oleh media online Pusaran NTB. Tepatnya di Kedai Bawah Pohon, wilayah Kelurahan Kekalik, Kota Mataram.

Adapun tema yang diangkat dalam kesempatan ini, yaitu “Polemik Dibalik Mutasi dan Rotasi Jabatan Lingkup Pemda Bima, Benarkah Bermotif Balas Dendam Politik?”.

Dalam diskusi kali ini, juga menghadirkan Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB, Suaeb Qury, Joni Syahrudin pria asli Bima dan Dr Sutarto pria kelahiran asal Dompu sebagai narasumber.

Ini menyikapi gelombang pro dan kontra terkait akan dilaksanakannya rencana proses mutasi jabatan pada sejumlah tingkatan lingkup Pemda Bima sekitar Oktober mendatang.

Kekhawatiran dari aturan soal mutasi dan status ASN dijadikan sebagai ajang balas dendam lantaran efek Pilkada Bima yang lalu.

Pemimpin Redaksi Pusaran NTB, Joni Junaidi mengatakan, jika proses mutasi pada Oktober mendatang ditunggangi balas dendam lantaran efek Pilkada lalu, maka bisa mendegradasi wibawa pemerintah dimata publik.

Baca Juga:  Jangan Ketinggalan! Yuk, Hadiri Pameran Inovasi Daerah NTB

“Bisa mendegradasi wibawa pemerintah dimata publik. Berpotensi memantik kian meningkatnya gejolak ditengah masyarakat Bima,” kata dia melalui rilis yang diterima media ini, Minggu (20/6).

“Diskusi terbuka yang kami gagas, bukan dilatari perasaan benci atau tidak suka kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima. Melainkan, lewat forum ilmiah dengan kekayaan intelektual yang beragam, melahirkan jiwa kritis dengan solusi membangun,” imbuhnya.

Menurut dia, forum ini merupakan panggilan jiwa, sebagai bentuk pengabdian serta ungkapan cinta untuk tanah kelahiran.

Sementara itu, Suaeb Qury-Ketua KI NTB mengungkapkan, elemen muda harus memiliki jiwa terkait persoalan daerah. Bukan saja polemik mutasi jabatan, tapi sederet persoalan lain.

Tanpa menafikan keberhasilan lain yang mereka capai. Secara keseluruhan, jika dikuliti secara mendalam, program yang dicanangkan bupati dan waki bupati Bima, dinilai gagal. “Hanya bertumpu pada bantuan dana pemerintah pusat, tak kreatif,” papar Suaeb Qury.

Kemudian narasumber lainnya yaitu Dr Sutarto adalah pria kelahiran Dompu yang kini tinggal di Mataram mengajak semua pihak untuk tetap berfikir positif.

Baca Juga:  IKA Unram Bekali Milenial NTB Bertani Kreatif Dimasa Pandemi

Yakni menurut dia, tak boleh serta merta menganggap apalagi sampai menuding jika mutasi yang akan digelar pada Oktober mendatang dilatari balas dendam.

“Kita tak boleh secara serta merta menuding kalau mutasi jabatan yang akan digelar pada Oktober nanti karena balas dendam. Untuk membuktikannya, harus dilakukan riset dan kajian lapangan oleh akademisi yang berkompeten pada soal riset,” kata Sutarto.

“Mutasi jabatan, merupakan amanat undang-undang sebagai bentuk penyegaran organisasi demi peningkatan dan perbaikan pelayanan pada masyarakat itu sendiri,” tambah Calon Profesor Muda ini.

Oleh karenanya, dia kembali mengajak semua pihak agar berfikir positif. Karena diyakininya, proses mutasi jabatan akan dilakukan sesuai mekanisme atau aturan yang ada.

“Mari kita semua berpikir positif, termasuk pemerintah dimanapun itu. Mutasi jabatan haruslah dilakukan sesuai mekanisme dan aturan. Termasuk latar belakang atau keahlian dari ASN yang nantinya menempati pos yang di percayakan,” ujar Sutarto.

Baca Juga:  MUI NTB Gelar Rakerda di Sumbawa

Narasumber lainnya, Joni Syahrudin putra asli Bima mengapresiasi semangat dari para aktifis yang hadir pada diskusi yang digelar.

Menurut dia, mahasiswa dan pemuda merupakan lokomotif penggerak, yang wajib hukumnya memelihara sikap kritis yang tentunya harus melahirkan solusi bersifat membangun untuk perbaikan daerah dan pemerintah.

“Kita sangat memahami, politik adalah balas jasa. Termasuk balas dendam. Sebagai rakyat Bima, berharap agar Bupati dan Wakil Bupati bersikap negarawan dan bijak,” kata mantan aktifis pergerakan itu.

“Kita juga tak boleh menyalahkan (Bupati/Wabup Bima) jikapun persoalan ini dideteksi benar adanya. Persoalan ini kerap terjadi, juga akibat bisikan, karena sesuatu hal atau motif lainnya,” demikian ia menambahkan.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri puluhan peserta, baik dari Pimpinan/Pengurus Organisasi Kemahasiswaan, Ketua/Pengurus Lembaga Kepemudaan. Bahkan dihadiri juga oleh beberapa perwakilan Pemprov, Diskominfotik NTB. (red)

Artikel sebelumyaHBK Dinilai Layak Pimpin NTB
Artikel berikutnyaKELUARGA BESAR MANJA SUS : SELAMAT KEPADA H MAHMUD ABDULLAH