SOSMAS

Rahman Ansori Ingatkan Pentingnya Peran Pemuda Menginternalisasikan Nilai Luhur Pancasila

84
Kepala Dinas PMD Sumbawa, Rachman Ansori (paling kanan)

NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa Rachman Ansori memenuhi undangan dan menghadiri Acara Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI Cabang Sumbawa.

Adapun tema yang diangkat, yaitu “Semangat Persatuan Pemuda dengan Nilai-nilai Pancasila” yang dipusatkan di Balai Pertemuan Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (23/10).

Dihadapan para anggota baru GMNI Sumbawa, Ansori mendiskusikan pentingnya peneguhan peran pemuda dalam menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila di masyarakat. Terlebih, kata dia, dalam menghadang arus informasi dan transformasi yang begitu cepat bahkan sampai ke pelosok desa dengan kemajuan digital.

Baca Juga:  Pemuda dan Mahasiswa NTB Diajak Tingkatkan Skill Pemahaman Teknologi

“Indonesia ini kaya raya, beragam dan kuat. Oleh karena itu kita wajib menjaga bersama terutama para Pemuda. Arus informasi yang terdigitalisasi, kalau tidak terfilter dengan baik juga akan dapat berdampak negatif pada tatanan kehidupan masyarakat,” ujar mantan Kadis Kominfotiksandi Sumbawa tersebut.

Tak hanya itu, disampaikannya pula, bahwa hanya dengan Pancasila dapat terlepas dan terlindungi dari pengaruh-pengaruh negatif globalisasi di Indonesia. Demikian juga dengan memanfaatkan digitalisasi juga dapat menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, Ansori juga menyampaikan Filosofi Berdikari. Dikatakannya, dari beberapa referensi ditemukan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1965, Bung Karno memaparkan gagasannya tentang berdikari bahwa Indonesia bisa mandiri dan tidak bergantung terhadap bangsa lain.

Baca Juga:  PKS NTB Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Mulai dari kehidupan politik, ekonomi, hingga kehidupan sosial dan budaya. Intisarinya adalah Berdikari menolak gagasan imperialisme dan neokolonialisme, Berdikari tidak hanya dalam bidang ekonomi, dan Kebudayaan nasional menjadi budaya yang revolusioner.

“Guna mewujudkan NKRI yang berdikari, maka niscaya harus dimulai salah satunya dari membangun Desa Berdikari. Desa Berdikari sebagai subyek pembudayaan nilai-nilai Pancasila,” ujar Ansori mengutip referensi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Misalnya, dalam Sustainable Development Goal’s (SDGs) yang saat ini menjadi salah satu arahan perencanaan pembangunan di desa, juga harus selalu terkoneksi dengan 45 Nilai-Nilai Luhur Pengamalan Pancasila dan kearifan budaya lokal.

Baca Juga:  PKS NTB Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

“Intinya, bahwa dengan peneguhan peran pemuda maka Desa Berdikari yang Kuat, Maju dan Mandiri yang berorientasi pada dimensi social, ekonomi dan budaya dengan internalisai nilai-nilai luhur Pancasila, saya yakin dapat diwujudkan bersama,” tutu Ansori memotivasi para Kader GMNI Sumbawa. (red) 

Artikel sebelumyaPSSI NTB Terima Empat Club Baru
Artikel berikutnyaSatresnarkoba Polres Sumbawa Gerebek Rumah Warga di Lape