SOSMAS

Tiga Kabupaten di NTB Tidak Masuk Kategori Bahaya Narkoba

188

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Nampaknya cukup banyak wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terpapar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kepala Badan Kesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Mohammad Rum.

Pasalnya, pihak Badan Kesatuan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB menyatakan ada 59 wilayah atau daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terpapar barang haram tersebut.

Itu kata Kepala Badan Kesbangpoldagri, H Mohammad Rum, berdasarkan data Tahun 2019 yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota lingkup NTB. Dari 10 kabupaten/kota, 7 diantaranya masuk dalam kategori daerah bahaya.

Kemudian lanjutnya, 23 daerah berada dalam katagori waspada dan 29 daerah kategori siaga narkoba. Jika disimpulkan, maka total keseluruhan ada 59 daerah/titik yang terpapar narkotika di NTB.

Baca Juga:  Kadis Perindustrian NTB Buka Giat Pendampingan Kerajinan Tenun di Desa Poto

“Dari 10 kabupaten/kota hanya tiga daerah yang tidak masuk dalam kategori bahaya, yaitu Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa Barat saja,” ujarnya kepada NUSRAMEDIA, Kamis sore (13/2) tadi diruang kerjanya.

Dicontohkannya, beberapa titik atau wilayah yang masuk dalam katagori bahaya narkoba. Antara lain, Kecamatan Mataram di Kota Mataram. Kawasan wisata Senggigi di Kabupaten Lombok Barat. Kemudian, kawasan wisata Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kemudian, Kecamatan Praya Timur di Kabupaten Lombok Tengah. Pancor dan Kelayu Kecamatan Selong di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Buer di Kabupaten Sumbawa, dan Kecamatan Mpunda Kota Bima.

Baca Juga:  Mi6 Gelar Vaksinasi Masal Dosis Kedua

“Umumnya daerah – daerah bahaya ini banyak di pusat kota dan keramaian, seperti Kecamatan Mataram, Pancor dan daerah wisata. Dan ini menjadi perhatian pemerintah daerah,” ungkap Haji Rum.

Menurut dia, ada beberapa indikator daerah terpapar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan ikutannya tersebut, karena adanya kasus temuan narkoba, ditemukan bandar dan kurir serta pengedar narkoba, rawan kriminalitas, kegiatan produksi narkoba dan adanya akses pintu masuk narkoba.

“Khusus soal pintu masuk ini, rupanya dari jalur transportasi laut, seperti di Selat Lombok dan Selat Alas. Nah ini yang terus diwaspadai supaya tidak masuk,” demikian mantan Kepala BPBD NTB ini. (red) 

Baca Juga:  IKA Unram Bekali Milenial NTB Bertani Kreatif Dimasa Pandemi
Artikel sebelumyaTGH Abdul Muhyi Dilantik Jadi Rektor UNW Mataram
Artikel berikutnyaIrjen Pol Tomsi Tohir Pimpin Sertijab di Lingkungan Polda NTB