
NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Ahsanul Khalik, mengajak seluruh masyarakat NTB menjadikan penayangan Piala Dunia melalui TVRI sebagai momentum nonton bersama (nobar) yang memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga.
Ajakan tersebut disampaikan Dr. Ahsanul Khalik, yang akrab disapa Dr. Aka, saat menerima audiensi jajaran TVRI Stasiun NTB di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
“Mari kita jadikan Piala Dunia ini sebagai kebanggaan bersama, melalui TVRI yang merupakan televisi milik masyarakat Indonesia,” ujar Doktor AKA sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB.
Menurutnya, keberhasilan TVRI memperoleh hak siar Piala Dunia merupakan kabar baik sekaligus perkembangan positif bagi masyarakat NTB. Pasalnya, melalui TVRI, masyarakat dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis.
Tentunya, tanpa harus berlangganan layanan berbayar, sehingga euforia pesta sepak bola dunia dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dr. Aka juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB.
Terutama dalam memperluas akses siaran televisi, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot. Selama dua hari terakhir, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dinas Kominfo kabupaten/kota untuk melakukan pendataan wilayah yang belum terjangkau siaran dengan baik.
“Dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sangat kuat, dan Bapak Gubernur juga menegaskan agar persoalan blank spot ini segera ditangani melalui koordinasi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia berharap TVRI tidak hanya menghadirkan hiburan semata, tetapi juga terus menyajikan tayangan edukatif yang seimbang, sehingga mampu membangun masyarakat yang memiliki literasi yang baik serta kesadaran budaya yang kuat.
Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun NTB, Ina Djara, menyampaikan bahwa TVRI terus melakukan pembenahan infrastruktur penyiaran di berbagai wilayah NTB, mengingat kondisi geografis daerah yang cukup beragam.
“Saat ini TVRI juga tengah beradaptasi penuh ke era digital, seiring dengan penghentian siaran analog dan peralihan ke siaran digital, agar seluruh masyarakat dapat menikmati tayangan secara merata,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemprov NTB dan TVRI, diharapkan penayangan Piala Dunia tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat NTB. (*)













