
NUSRAMEDIA.COM — Bank NTB Syariah terus memperkuat sistem keamanan siber dan teknologi informasi sebagai langkah strategis menghadapi meningkatnya ancaman serangan digital di sektor perbankan.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa transformasi digital kini menjadi fokus utama perusahaan seiring perubahan pola layanan perbankan yang semakin berbasis jaringan.
“Ke depan bank itu bukan lagi di kantor fisik, tetapi di jaringan atau network,” ujarnya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank NTB Syariah berencana membuka rekrutmen khusus tenaga teknologi informasi melalui program Officer Development Program (ODP).
Program ini ditujukan untuk menjaring talenta muda terbaik dari berbagai perguruan tinggi. “Kita akan buka ODP khusus IT. Kita ingin merekrut talenta-talenta dari kampus-kampus, termasuk dari ITB dan lainnya,” kata Nazaruddin.
Ia mengungkapkan bahwa ancaman serangan siber terhadap industri perbankan terjadi setiap hari dalam jumlah sangat besar. Berdasarkan data nasional, percobaan serangan bahkan bisa mencapai hingga satu juta kali per hari.
“Namun, sebagian besar serangan itu dilakukan oleh sistem otomatis atau robot, bukan manusia langsung,” jelasnya. Lebih lanjut, Nazaruddin menjelaskan bahwa pola serangan siber semakin kompleks dan dapat terjadi melalui berbagai jalur, termasuk sistem perantara (middleware) dalam infrastruktur teknologi bank.
“Serangan itu macam-macam. Ada yang menyerang rekening nasabah, ada juga yang melalui middleware di tengah sistem,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan teknologi informasi menjadi prioritas utama perusahaan guna memastikan layanan digital tetap aman, andal, dan dipercaya oleh masyarakat.
Dengan langkah ini, Bank NTB Syariah menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan era digital sekaligus menjaga kepercayaan nasabah di tengah dinamika ancaman siber yang terus berkembang. (*)













