
NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya memperkuat Posyandu sebagai salah satu fondasi pelayanan dasar masyarakat. Penguatan tersebut akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni peningkatan kompetensi kader dan pemenuhan sarana pelayanan secara lebih merata.
Hal itu disampaikan Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal saat mengunjungi Posyandu Wana Tirta di Dusun Sesaot Timuk, Desa Sesaot, Lombok Barat, Selasa (1/9/2026), seusai meninjau SMA Negeri 1 Lingsar. Dalam kunjungan tersebut, Miq Iqbal didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal.
Di hadapan para kader, Gubernur memberikan apresiasi atas pengabdian mereka yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat, khususnya di tingkat keluarga dan desa. Ia bahkan menyoroti pengabdian seorang kader yang telah mengabdikan diri selama 43 tahun.
“Mereka ini rata-rata sudah lama sekali. Tadi saya bertemu dengan kader yang sudah 43 tahun mengabdi. Dulu bahkan tidak digaji. Ini adalah simbol kerelawanan masyarakat kita,” ujar Miq Iqbal.
Menurutnya, kader Posyandu tidak boleh dipandang hanya sebagai pelaksana kegiatan rutin. Mereka merupakan kekuatan sosial yang berada paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan dasar, terutama pemantauan kesehatan ibu dan anak, berjalan dengan baik.
Sarana Posyandu Masih Jadi Kendala
Dalam dialog tersebut, Koordinator Kader Posyandu Wana Tirta, Eni Usmawati, menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi kader di lapangan.
Salah satu kendala utama adalah keterbatasan serta kerusakan alat pengukuran. Padahal, peralatan untuk mengukur berat badan, panjang badan, dan tinggi badan sangat penting dalam memantau pertumbuhan anak sekaligus menghasilkan data yang akurat.
“Fasilitas kesehatan banyak yang rusak, khususnya alat pengukuran panjang, tinggi badan dan berat badan. Ini sangat berkaitan dengan akurasi data,” kata Eni.
Aspirasi tersebut langsung mendapat respons dari Gubernur. Miq Iqbal menjanjikan dukungan berupa Posyandu kit bagi Posyandu yang membutuhkan.
Sebagai tahap awal, sebanyak tiga set alat kesehatan akan diberikan. Sementara kebutuhan sarana lainnya akan dipenuhi secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Bagi Miq Iqbal, pembenahan Posyandu tidak cukup hanya dengan membangun atau melengkapi fasilitas. Kualitas pelayanan juga sangat ditentukan oleh kapasitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Kalau kita ingin pelayanan Posyandu semakin baik, kadernya harus diperkuat. Bukan hanya alatnya yang kita lengkapi, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan kader,” tegasnya.
Kader Diperkuat, Dukungan Berkelanjutan Disiapkan
Penguatan kapasitas kader akan diarahkan melalui peningkatan pengetahuan dan pelatihan, termasuk yang berkaitan dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pemprov NTB juga menyiapkan langkah yang lebih berkelanjutan melalui integrasi dukungan kader Posyandu dalam Program Desa Berdaya Transformatif mulai 2027.
Melalui skema tersebut, pemerintah akan mendorong dukungan pendanaan bagi minimal satu kader Posyandu di setiap desa. Dukungan itu diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional sekaligus menjaga keberlanjutan pengabdian kader di tengah masyarakat.
Menurut Miq Iqbal, strategi tersebut penting mengingat kapasitas fiskal desa memiliki keterbatasan, sementara sebagian besar anggaran telah diarahkan untuk berbagai kebutuhan prioritas. Karena itu, diperlukan sinergi lintas program agar pelayanan dasar masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal.
Pendataan Posyandu Berbasis Digital
Selain penguatan kader dan sarana, Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia M. Iqbal bersama jajaran Bunda Posyandu NTB juga menyiapkan sistem pendataan berbasis digital.
Aplikasi tersebut nantinya digunakan untuk memetakan kondisi Posyandu secara lebih akurat, termasuk mendata sarana yang rusak, belum tersedia, maupun kebutuhan lainnya.
Dengan sistem pendataan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengetahui kebutuhan setiap Posyandu secara lebih cepat dan memastikan intervensi diberikan secara tepat sasaran.
Kunjungan Miq Iqbal ke Posyandu Wana Tirta menjadi gambaran bahwa penguatan pelayanan dasar dapat dimulai dari persoalan yang konkret di tengah masyarakat: menghargai kader, meningkatkan kapasitas mereka, serta memastikan peralatan yang digunakan tersedia dan layak.
Dengan dukungan tersebut, Posyandu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi berkembang menjadi kekuatan masyarakat yang mampu menjaga kualitas kesehatan keluarga sekaligus memperkuat pelayanan dasar di NTB. (*)













