Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot bersama Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa.

Kemampuan beradaptasi dengan teknologi disebut menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menghadiri kegiatan Artificial Intelligence (AI) Ignition Training di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang diprakarsai KUMPUL dan AMMAN Mineral bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tersebut berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, dengan melibatkan sebanyak 50 pelaku UMKM sebagai peserta.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala perangkat daerah, serta perwakilan AMMAN Mineral dan KUMPUL.

Bupati Sumbawa mengatakan, pelatihan AI tersebut menjadi bagian dari langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM. Program tersebut sekaligus merupakan realisasi dari program unggulan Jarot-Ansori, khususnya program ke-9 yang berkaitan dengan pendampingan terhadap UMKM.

Baca Juga:  Wabup Sumbawa Serukan Pelayanan Publik Tak Boleh Tertunda, Generasi Muda Harus Dijauhkan dari Narkoba

Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan AI merupakan momentum penting bagi para pelaku usaha untuk memahami sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Bupati menyampaikan, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya tiga kabupaten yang mendapatkan kesempatan melaksanakan pelatihan tersebut, yakni Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Lombok Timur.

“Pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap memiliki daya saing,” tegas Bupati.

Ia menekankan, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut pelaku UMKM untuk tidak berhenti berinovasi. AI, kata dia, harus dipandang bukan semata-mata sebagai teknologi baru, tetapi sebagai instrumen yang dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif, kreatif, dan kompetitif.

Sebaliknya, ketidakmampuan mengikuti perubahan teknologi dapat menjadi ancaman terhadap keberlangsungan usaha. “Kalau tidak mampu beradaptasi, keberlangsungan usaha dapat terancam,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan utama mengikuti pelatihan. Menurutnya, sertifikat hanyalah bukti bahwa seseorang telah mengikuti kegiatan, sementara nilai terpenting dari pelatihan terletak pada kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas usaha.

Baca Juga:  Mulud Adat Bayan Naik Kelas ke KEN 2026, Sinta : Jangan Sampai Tradisi Kehilangan Jati Diri

“Manfaat sesungguhnya terletak pada kemampuan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya,” jelas Bupati.

Karena itu, ia berharap 50 UMKM yang mengikuti pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu membawa pengetahuan tentang AI ke dalam praktik usaha masing-masing.

Pemkab Sumbawa, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Namun, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendamping, dan berbagai mitra strategis.

“Kita membutuhkan dukungan seluruh pihak serta kehadiran mitra-mitra strategis untuk bersama-sama membangun ekosistem dan sistem yang kuat bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

AI Tak Hanya untuk Dunia Usaha

Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menilai perkembangan AI kini telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga:  Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tegaskan Pramuka Harus Jadi Pelopor Swasembada Pangan

Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan digital atau digital leadership, sekaligus memahami perkembangan teknologi yang terus bergerak.

Menurut Sekda, perubahan zaman yang semakin cepat, ditambah dengan dominasi generasi digital, mengharuskan sektor pemerintahan melakukan penyesuaian. Pemerintah harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Pemanfaatan AI, kata dia, tidak hanya memberikan kemudahan bagi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM.

Teknologi tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pelaku usaha mengembangkan ide, meningkatkan efisiensi, memperluas pemasaran, hingga menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan perilaku konsumen.

Melalui AI Ignition Training ini, Pemkab Sumbawa berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki literasi dan keterampilan digital sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. (*)