Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyampaikan belasungkawa atas musibah longsor yang terjadi di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung, pada Sabtu Malam (05/09/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 Wita tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja tambang tertimbun material tanah dan batu akibat runtuhnya dinding galian. Petugas gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap para korban.

Dalam kejadian tersebut, tiga orang pekerja tambang meninggal dunia, yakni  Syaifullah (warga Desa Pelita),  Imansyah (warga Desa Pelita) dan Syarafuddin (warga Desa Mamak). Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas.

Selain korban meninggal dunia, sejumlah pekerja lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan mengalami luka-luka. Para korban selamat telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  Wabup Ansori Dukung Labangka Jadi Kota Santri, Perkuat Pendidikan dan Akhlak Generasi Muda

Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa bersama unsur terkait mengerahkan personel dan ambulans untuk membantu proses evakuasi serta penanganan para korban.

Aparat kepolisian juga telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian dengan memasang garis polisi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor.

Menyikapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Wabup juga langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah serta mengunjungi dan mendampingi keluarga korban, pada Minggu, (06/09/2026).

Baca Juga:  PWI Siap Gelar Hari Pers Nasional 2027 di Lampung Secara Inklusif dan Kolaboratif

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Wabup.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya terkait aspek keselamatan dalam aktivitas pertambangan rakyat.

Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait terhadap kondisi dan aktivitas pertambangan rakyat di kawasan Lawang Tua. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.

“Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tegaskan Pramuka Harus Jadi Pelopor Swasembada Pangan

Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan melakukan koordinasi lintas sektor dalam penanganan pascakejadian, termasuk memastikan para korban mendapatkan pelayanan medis serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Selain itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan mengidentifikasi kondisi lokasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan aspek keselamatan di kawasan pertambangan rakyat.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor, termasuk melihat kondisi lokasi serta faktor-faktor yang kemungkinan berpengaruh terhadap kejadian tersebut.

Wabup berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pertambangan. “Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)