Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa nampaknya merevisi kebutuhan anggaran pembangunan Pasar Induk Sumer Payung. Ini berdasarkan hasil study kelayakan kebutuhan anggaran.

Dimana anggaran sebelumnya direncanakan sekitar Rp268,9 miliar, namun kini menjadi Rp90 miliar. “Kita review kebutuhan anggaran itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal negara,” ujar Adi Nusantara.

“Hal itu juga menjadi arahan pimpinan daerah,agar tidak berat dalam mewujudkan rencana tersebut,” sambung Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa tersebut belum lama ini.

Dikatakannya, petunjuk dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tidak diperbolehkan adanya pembangunan pasar multi store  atau bertingkat. Berdasarkan hasil evaluasi secara nasional semua pasar yang berlantai dua dianggap sangat tidak efektif.

Baca Juga:  Sekda Sumbawa Doktor Budi : Satu Data Jadi Landasan Utama Kebijakan Daerah

Pihaknya berkomitmen merealisasikan pembangunan Pasar Induk Sumer Payung, karena pasar induk ini direncanakan sebagai pusat distribusi sebelum beredar ke masyarakat. Selain itu, diharapkan bisa memutus rantai pasokan yang sangat panjang.

“Selama ini alur distribusi dari produsen ke konsumen sangat panjang, sehingga kita inisiasi untuk memangkas rantai tersebut dengan adanya pasar induk,” ucapnya.

Selain melakukan revisi anggaran lanjut Adi, pihaknya juga perlu melakukan revisi dokumen perencanaan. Perubahan ini menindaklanjuti dokumen lingkungan yang telah tersusun sebelumnya. Review tersebut dilakukan karena izin lingkungan yang telah disusun sebelumnya kadaluwarsa.

Baca Juga:  PWI Pusat Apresiasi UKW Mandiri PWI NTB, Dorong Pemprov Beri Support Menuju Porwanas 2027

Dikatakan, berdasarkan hasil studi kelayakan sebelumnya total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar induk mencapai Rp268,9 miliar. Dengan rincian untuk konstruksi pasar induk sekitar Rp146,5 miliar berupa gedung utama.

Selanjutnya, kebutuhan anggaran mencapai Rp90 miliar untuk pembangunan kios permanen sejumlah 700 unit. Biaya pembangunan los pasar senilai Rp3,85 miliar dan infrastruktur logistik sekitar Rp 43 miliar.

“Fasilitas publik dan utilitas juga membutuhkan anggaran sekitar Rp55 miliar serta kontijensi termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) Rp4,4 miliar,” jelasnya.

Baca Juga:  Widyaiswara dan Masa Depan ASN : Dari Jamnas NTB, Inovasi Jadi Kekuatan Birokrasi

Pembangunan pasar induk bertujuan memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Pemkab Sumbawa tidak hanya membangun pasar, tetapi pergudangan yang bisa disewakan pengusaha.

“Pasar yang akan kita bangun ini memiliki dua fungsi yakni pasar pada hakikatnya dan gudang,sehingga pendapatan daerah bisa meningkat dari sektor penyewaan gudang,” ujarnya. (*)