Sekretaris Bapenda NTB, M. Zuhudy Kadran. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) nampaknya terus berupaya maksimal mengejar target pendapatan daerah tahun 2026.

Hingga Oktober, realisasi pendapatan tercatat sekitar Rp4,195 triliun atau 73 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 sebesar Rp5,683 triliun.

Meski capaian tersebut belum mencapai target yang ditetapkan, Pemprov NTB melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tetap optimistis realisasi pendapatan bisa mendekati target hingga akhir tahun.

“Jadi kami yakin, kami optimistis bahwa pendapatan ini bisa mendekati 100 persen,” kata Sekretaris Bapenda NTB, M. Zuhudy Kadran, kepada wartawan di Mataram.

Baca Juga:  Gubernur NTB Buka Ruang Kritik, Tegaskan Kebijakan Harus Berbasis Data

Realisasi Pendapatan Tembus Rp4,195 Triliun

Berdasarkan rincian penerimaan, realisasi pajak daerah mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan retribusi daerah tercatat Rp597 miliar. Adapun pendapatan transfer mencapai Rp2 triliun.

Sementara itu, pendapatan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan (HPKDYP) mencapai Rp89 miliar.

Kemudian Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah (LLPAD) tercatat Rp46 miliar, sedangkan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah (LLPD) mencapai Rp63 miliar.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026.

Baca Juga:  Pemprov NTB Mantapkan Ekosistem Keuangan Syariah, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Target Pendapatan Naik Rp60 Miliar

Zuhudy menjelaskan, target pendapatan daerah mengalami perubahan dari APBD Murni 2026 sebesar Rp5,622 triliun menjadi Rp5,683 triliun dalam APBD Perubahan. Kenaikan target tersebut mencapai sekitar Rp60 miliar.

Perubahan itu turut dipengaruhi penyesuaian proyeksi sejumlah sumber pendapatan, termasuk pajak dan retribusi daerah. Kondisi tersebut membuat persentase realisasi terlihat lebih rendah dibandingkan target awal yang telah ditetapkan.

Menurut Zuhudy, apabila mengacu pada target APBD Murni, capaian pendapatan daerah sebenarnya masih sesuai dengan perencanaan.

Baca Juga:  Wabup Ansori Tekankan Validitas Data, Penurunan Kantong Kemiskinan Sumbawa Harus Tepat Sasaran

Namun, setelah target dinaikkan melalui APBD Perubahan, pemerintah harus mengejar tambahan pendapatan agar realisasi tetap berada pada jalur yang diharapkan.

Bapenda Optimistis Realisasi Capai 97 Persen

Di tengah penyesuaian target tersebut, Pemprov NTB melalui Bapenda tetap optimistis pendapatan daerah dapat mencapai angka yang mendekati target pada penghujung 2026.

Zuhudy memperkirakan realisasi pendapatan hingga akhir tahun dapat mencapai sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan.

“Tapi capaian tersebut tetap bergantung pada realisasi penerimaan dari berbagai sumber pendapatan yang telah diperhitungkan pemerintah,” pungkasnya. (*)