
NUSRAMEDIA.COM — Dua tim peneliti muda dari SMA Dea Malela, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) dan National Science and Invention Fair (NSIF) 2026.
Prestasi tersebut diraih dalam pameran ilmu pengetahuan dan temuan tingkat internasional dan nasional yang diselenggarakan Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) bersama Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Kegiatan yang berlangsung secara luring (offline) di Kampus Universitas Indonesia, Depok, pada 12–17 Oktober 2026 itu menjadi ajang bagi para santri SMA Dea Malela untuk menampilkan hasil penelitian sekaligus menunjukkan kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dua Tim, Dua Penelitian Inovatif Berbasis Pemanfaatan Limbah
Tim pertama SMA Dea Malela berkompetisi dalam ISIF tingkat internasional dengan mengusung penelitian berbahasa Inggris berjudul “Brikaroma Kemiri: Aromatic briquettes utilizing lemongrass essence and candlenut shell waste as a mosquito repellent.” Tim ini terdiri atas tiga santri kelas XI, yakni Aisyah Dhiyaul Birra, Izzati Abdurraimi, dan Winda Zainurraeni.
Sementara itu, tim kedua mengikuti NSIF tingkat nasional dengan penelitian berjudul “Ecoaroma: Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Aromaterapi dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga.” Tim ini juga diperkuat tiga santri kelas XI, yaitu Safira Maulida Ulya, Naillah Nuwayyar, dan Nurul Nazira.
Kedua tim berhasil meraih medali perunggu melalui penelitian yang mengangkat pemanfaatan bahan sisa dan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Persiapan Dua Bulan, Santri Dea Malela Tetap Berprestasi
Pembimbing Klub Peneliti Muda PMI Dea Malela, Ustadzah Indah Septi, MPd, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para santri. Menurutnya, meskipun waktu persiapan relatif singkat, kedua tim mampu menyelesaikan penelitian dan menunjukkan prestasi dalam kompetisi sains tingkat nasional maupun internasional.
“Walaupun dengan persiapan singkat sekitar dua bulan, namun anak-anak dapat menyelesaikan penelitian mereka dan alhamdulillah berprestasi di ajang ilmu dan teknologi tingkat internasional dan nasional,” ujar Ustadzah Indah Septi.
Prestasi tersebut sejalan dengan visi PMI Dea Malela dalam menyiapkan calon ilmuwan Muslim dan Muslimah. Pesantren ini menekankan pembelajaran kurikuler dan kokurikuler yang mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hasil dari pendekatan pendidikan tersebut turut tercermin dari banyaknya alumni PMI Dea Malela yang kini melanjutkan studi di berbagai universitas di Rusia, Amerika Serikat, Turkiye, China, Filipina, dan Malaysia, selain di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Tambah Rekam Jejak Prestasi Sains SMA Dea Malela
Direktur Urusan Pengajaran PMI Dea Malela, Ustadz Roni Sabwan, MPd, menyampaikan bahwa pencapaian di ajang ilmiah Universitas Indonesia tersebut menambah deretan prestasi santri SMA Dea Malela dalam kompetisi sains.
Sebelumnya, para santri sekolah tersebut juga berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang World Science Olympiad (WSO) yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 2024 dan 2025.
Capaian di ISIF dan NSIF 2026 semakin memperkuat rekam jejak SMA Dea Malela dalam mendorong santri untuk mengembangkan kemampuan penelitian serta berkompetisi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Din Syamsuddin : Jangan Puas, Terus Berusaha Menjadi yang Terbaik
Pendiri sekaligus Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para santri.
Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, ia berpesan agar anak-anak didiknya tidak cepat berpuas diri dan terus berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi. “To be good is not good enough, why not the best. Be the best!” tegasnya.
Pesan tersebut bermakna bahwa menjadi baik saja belum cukup; setiap santri didorong untuk terus berusaha menjadi yang terbaik. (*)













