
NUSRAMEDIA.COM — Inspektorat Kabupaten Sumbawa mematangkan persiapan pelaksanaan Penilaian Lomba Pariwara Anti Korupsi Tahun 2026 melalui rapat pemantapan yang digelar di Ruang Rapat Inspektur Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/8/2026).
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Inspektur Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah, SE, dan dihadiri Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa H. Yudi Patria Negara, ST., MT., Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Harun Arsul, SE, panitia pelaksana, serta para dewan juri dari masing-masing mata lomba.
Rapat pemantapan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan penilaian Lomba Pariwara Anti Korupsi Tahun 2026 berlangsung secara objektif, transparan, profesional, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam ajang tersebut, terdapat empat mata lomba yang dipertandingkan, yakni Lomba Sakeco, Lomba Baca Puisi Bahasa Sumbawa, Lomba Menulis Surat kepada Bapak Bupati, serta Lomba Membuat Poster.
Peserta lomba merupakan perwakilan dari SMP/MTs se-Kabupaten Sumbawa. Antusiasme peserta juga terbilang tinggi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 150 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti berbagai kategori perlombaan.
Dalam rapat, panitia bersama dewan juri membahas sejumlah aspek teknis pelaksanaan penilaian, mulai dari kesiapan masing-masing mata lomba, mekanisme dan kriteria penilaian, pembagian tugas dewan juri, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya guna memastikan seluruh proses berjalan tertib dan lancar.
Lebih dari sekadar kompetisi, Lomba Pariwara Anti Korupsi 2026 dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus kampanye antikorupsi yang dikemas secara kreatif dan dekat dengan dunia pelajar.
Melalui seni tradisional, sastra, tulisan, dan karya visual, para peserta didorong untuk menyampaikan pesan tentang kejujuran, integritas, tanggung jawab, keberanian menolak korupsi, serta budaya malu melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai antikorupsi.
Pelibatan pelajar SMP/MTs juga menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai integritas sejak dini. Pesan antikorupsi tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi diterjemahkan ke dalam karya kreatif yang memungkinkan para pelajar menjadi bagian langsung dari gerakan membangun budaya antikorupsi.
Dengan melibatkan peserta dari berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi antikorupsi sekaligus membangun kesadaran generasi muda bahwa pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama.
Lomba Pariwara Anti Korupsi Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan generasi muda Sumbawa yang berintegritas, jujur, berkarakter, dan berani menjadikan nilai-nilai antikorupsi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)













