
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB melaksanakan seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB, Sabtu (26/9).
Pemuda Pelopor Desa adalah pemuda yang berumur 16-30 tahun sesuai UU Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009 yang memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan dan inovasi dalam pembangunan desa.
Pemuda-pemudi desa sebagai penggerak mendorong kemajuan di sektor wirausaha, ekonomi digital, sosial kemasyarakatan, lingkungan, seni, dan budaya.
Dua Pemuda KSB Ikuti Tahapan Seleksi
Tahapan seleksi ini dimulai dari Kabupaten Sumbawa Barat dengan dua calon Pemuda Pelopor yang mengikuti proses penilaian dari bidang yang berbeda.
Keduanya yakni Johari, S.Pd., Pemuda Pelopor bidang Kewirausahaan dari Desa Rara Ronges, Kecamatan Brang Rea, serta Eka Laraswati, Pemuda Pelopor bidang Sosial Kemasyarakatan dari Desa Lalar Liang, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
Untuk melakukan penilaian terhadap Johari, tim fact finding menempuh perjalanan menuju Desa Rara Ronges. Perjalanan tersebut cukup menantang karena lokasi berada di kawasan dengan ketinggian sekitar 800 MDPL dengan medan yang ekstrem, ditempuh 1 jam perjalanan dari Taliwang.
Tim Fact Finding Tempuh Medan Ekstrem
Perjalanan panjang dan kondisi medan yang tidak mudah tidak menyurutkan langkah tim untuk melihat secara langsung kiprah Johari di lapangan yang mengembangkan wirausaha kopi dihasilkan dari desanya.
Tim melakukan fact finding guna memastikan dan menggali lebih dalam program kewirausahaan yang dijalankan, keterlibatan masyarakat, manfaat yang dihasilkan, serta dampak program bagi masyarakat Desa Rara Ronges.
Sementara itu, proses penilaian terhadap Eka Laraswati merupakan influencer yang juga penerima Fully Founded Malaysia Singapura 2026 dilaksanakan di Aula Kantor Disparpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Dalam sesi tersebut, Dewan Juri menggali berbagai informasi terkait program sosial kemasyarakatan yang dijalankan Eka, mulai dari latar belakang program, proses pelaksanaan, keterlibatan masyarakat, dampak, hingga output dan keberlanjutan program.
Dewan Juri Dalami Gagasan dan Kontribusi Calon
Berbagai pertanyaan disampaikan Dewan Juri untuk melihat sejauh mana gagasan dan program masing-masing calon mencerminkan nilai-nilai kepeloporan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Proses seleksi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan pada Dinas Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., bersama anggota lainnya yang terdiri dari Profesor Kadri, L. Surya Mulawarman, S.Sn., M.Pd., Gema, ST, Heny Indu, S.Adm., dan Junaidin, S.Pd. sebagai Dewan Juri.
Penilaian Berlanjut ke Sejumlah Wilayah NTB
Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB ini menjadi bagian dari proses untuk menemukan dan mengapresiasi pemuda yang memiliki inisiatif, inovasi, kepedulian, serta kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat dan desa.
Dari perjalanan fact finding di medan yang menantang hingga proses pendalaman program di ruang penilaian, setiap tahapan menjadi bagian penting untuk melihat secara lebih dekat kiprah dan kontribusi para calon Pemuda Pelopor dari berbagai wilayah di NTB.
Penilaian Pemuda Pelopor Desa dimulai dari Pulau Sumbawa, diawali KSB, akan berlanjut ke Sumbawa Besar pada tanggal 28-29 September, juga ke Dompu, Kabupaten Bima, dan selanjutnya tim akan hadir menilai di Pulau Lombok pada awal bulan Oktober mendatang. (*)













