Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong Gerakan Pramuka tidak sekadar menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi tampil sebagai kekuatan nyata dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menurut Miq Iqbal, Pramuka memiliki jaringan hingga tingkat desa, sekolah dan komunitas sehingga berpotensi menjadi motor penggerak kemandirian pangan dari akar rumput.

Pesan tersebut disampaikan Miq Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini dinilai Miq Iqbal sangat relevan dengan tantangan bangsa ke depan.

Ia menegaskan, Gerakan Pramuka harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, sekaligus mampu memberikan kontribusi konkret terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Ia menyebut NTB memiliki modal besar untuk mengambil peran sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Berdasarkan data BPS 2025, luas panen padi di NTB mencapai 322,90 ribu hektare dengan produksi 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Baca Juga:  Sejarah Baru Pramuka Sumbawa, Kamabisa Se-Kecamatan Moyo Hulu Resmi Dikukuhkan

Angka tersebut meningkat 17,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai 973,14 ribu ton.

Potensi tersebut, kata Miq Iqbal, harus diterjemahkan menjadi ruang pengabdian baru bagi anggota Pramuka di seluruh tingkatan.

Satuan Karya, Gugus Depan, hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput dapat mengambil peran melalui berbagai kegiatan yang sederhana, tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Di antaranya urban farming, pengembangan kebun pangan sekolah, pemanfaatan lahan tidur, penghijauan, pengolahan pangan lokal, edukasi gizi, hingga kampanye mengurangi pemborosan pangan.

Menurut Miq Iqbal, berbagai aktivitas tersebut sekaligus menjadi cara untuk menerjemahkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka ke dalam kehidupan nyata.

“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong, dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.

Tak Hanya Beras

Miq Iqbal mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan beras.

Kemandirian pangan, menurutnya, harus dibangun melalui penguatan berbagai komoditas dan sumber pangan lokal. Mulai dari jagung, bawang merah, kedelai, hortikultura, peternakan hingga perikanan.

Baca Juga:  Tunda Pulang dari NTT, Gubernur Miq Iqbal Pilih Lanjutkan Solidaritas untuk Korban Gempa Manggarai Timur

Karena itu, Gerakan Pramuka juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami pangan bukan semata-mata sebagai komoditas konsumsi, melainkan sebagai bagian dari kemandirian masyarakat sekaligus kekuatan ekonomi.

“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, dan pelopor yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Miq Iqbal.

Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan cita-cita menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus memiliki karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

Apresiasi untuk Insan Pramuka NTB

Dalam kesempatan tersebut, Miq Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwarda, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting hingga Gugus Depan se-NTB yang selama ini bersinergi mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian di bidang kepramukaan, Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB dan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan sejumlah Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka kepada anggota dan pembina yang dinilai berjasa.

Baca Juga:  Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri : Musorprov Harus Satukan Kekuatan Olahraga Menuju PON 2028

Lencana Melati diberikan kepada Gufranuddin. Lencana Darma Bakti diberikan kepada Lalu Firman Wijaya, Hendrayadi dan Junaedi. Sementara itu, Lencana Karya Bakti diberikan kepada Jaka Agusta Pratama, Lencana Pancawarsa VI kepada Lalu Ahmadi, Lencana Pancawarsa IV kepada Didi Sumardi, serta Lencana Teladan kepada Winda Miranti.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan peragaan keterampilan Pramuka dan foto bersama. Memasuki usia ke-65, Miq Iqbal menilai Gerakan Pramuka perlu memperluas makna pengabdiannya. Menurutnya, swasembada pangan tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Di titik itulah, Pramuka dinilai memiliki posisi strategis. Dengan jutaan generasi muda yang ditempa melalui disiplin, gotong royong dan kecintaan terhadap alam, Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan terdepan untuk menanam, mengolah, menjaga, dan memastikan ketersediaan pangan bagi generasi Indonesia.

Bagi NTB, pesan tersebut bukan sekadar seruan. Dengan potensi pertanian dan sumber daya pangan yang dimiliki, keterlibatan Pramuka dapat menjadi bagian dari gerakan bersama membangun kemandirian pangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi mampu menciptakan masa depan. (*)