
NUSRAMEDIA.COM — Upaya membangun budaya menabung sejak dini terus diperkuat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Momentum Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran finansial kepada generasi muda sekaligus mendorong masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan.
Peringatan HIM 2026 di Mataram dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Agama, dunia pendidikan, serta sektor perbankan. Sekitar 1.000 pelajar tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA se-Kota Mataram turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dari Pemerintah Provinsi NTB hadir Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Ak., serta perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB.
Sementara dari regulator hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat Ogi Prastomiyono dan Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo. Hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB serta Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah Adhi Susantio.
Kehadiran ribuan pelajar menjadi pesan kuat bahwa literasi dan inklusi keuangan perlu dibangun sejak bangku sekolah. Kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan menyisihkan uang, tetapi juga menjadi sarana membentuk disiplin, kemampuan menentukan prioritas, dan perencanaan keuangan sejak usia muda.
Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, kebiasaan menabung merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kecakapan finansial generasi muda.
“Menabung harus menjadi kebiasaan sejak dini. Melalui kebiasaan ini, para pelajar belajar mengatur kebutuhan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memiliki perencanaan untuk mencapai tujuan masa depan,” ujar Rudi.
Menurutnya, gerakan menabung membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri. Ia menilai budaya menabung merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia NTB yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Anak-anak kita hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan NTB. Karena itu, mereka tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dunia pendidikan, dan sektor perbankan dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan di NTB.
Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Berbasis Syariah
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank NTB Syariah menjadikan momentum HIM 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang sehat sekaligus sesuai dengan prinsip syariah.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah Adhi Susantio menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTB.
“Bagi Bank NTB Syariah, Hari Indonesia Menabung bukan sekadar momentum seremonial, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Adhi.
Menurut dia, edukasi finansial kepada generasi muda menjadi investasi penting bagi masa depan daerah. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan secara lebih matang.
“Kami ingin generasi muda NTB menjadi generasi yang cerdas finansial—mampu mengelola keuangan dengan bijak dan sesuai prinsip syariah. Dari kebiasaan kecil menabung hari ini, kita melahirkan generasi mandiri yang siap menopang perekonomian daerah di masa depan,” kata Adhi.
Semangat HIM 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan. Kebiasaan menabung perlu terus ditumbuhkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda.
Dengan sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga pendidikan, dan perbankan, gerakan menabung di NTB diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang semakin melek keuangan, mandiri dalam mengambil keputusan finansial, serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat.
Bagi Bank NTB Syariah, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perbankan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi NTB yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan prinsip syariah. (*)













