Tim Fact Finding dipimpin oleh H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., yang juga merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026 berlanjut di Pulau Sumbawa. Pada 1–3 Oktober 2026, proses seleksi dilaksanakan di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, dengan menghadirkan sejumlah pemuda yang membawa program inovatif di bidang sosial kemasyarakatan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Tim Fact Finding Dalami Program Para Calon Pemuda Pelopor

Dalam prosesnya, tim fact finding dipimpin oleh H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., yang juga merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB.

Bersama Tim (Heny Indun Jafung Kepemudaan dan Junaidin Purna Pemuda Pelopor Nasional dari Bima), melakukan pendalaman terhadap program yang diusung para calon Pemuda Pelopor, termasuk melihat secara langsung aktivitas, proses pelaksanaan, keterlibatan masyarakat, serta dampak dari program yang dijalankan.

Diungkapkan Tarmidzi, untuk di Kabupaten Dompu, salah satu peserta yang mengikuti seleksi adalah Irnawansyah, S.Pd., pada bidang Sosial Kemasyarakatan. Ia memaparkan berbagai program pemberdayaan, khususnya melalui penguatan gerakan kepemudaan dan kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam kehidupan masyarakat di sana.

Baca Juga:  Bayar Pajak Lebih Awal Dapat Diskon hingga 10 Persen, Pemprov NTB Siapkan Gebyar Undian Berhadiah Belasan Motor

Tiga Calon Pemuda Pelopor Bima Bawa Program Beragam

Sementara itu, lanjut Mas Ajik kerap Kabid Kepemudaan itu disapa, Kabupaten Bima menghadirkan tiga calon Pemuda Pelopor dengan program yang beragam. M. Rafsyanjani, S.Pd.I. mengikuti seleksi pada bidang Sosial Kemasyarakatan.

Program yang dibawanya meliputi penanganan kesehatan mental, gerakan literasi, penanganan sampah, serta pengembangan literasi hingga ke wilayah pelosok.

“Program tersebut mengedepankan peran pemuda dalam menjawab persoalan sosial sekaligus memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Adapun pada bidang Lingkungan, masih kata Mas Ajik, terdapat M. Maulana yang mengembangkan pengolahan sampah anorganik menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti tikar, gelas, pot bunga, dan produk lainnya.

“Sementara sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk cair. Inisiatif tersebut mengarah pada pemanfaatan sampah sekaligus membuka peluang nilai ekonomi dari pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Pangan Lokal hingga Integrasi dengan BUMDes

Tak hanya itu, Mas Ajik juga mengatakan untuk di bidang Kewirausahaan, Husnul Khotimah membawa program pengembangan pangan lokal.

Baca Juga:  Fraksi Demokrat NTB “Meledak”, Keberatan Retribusi IPR Melonjak hingga Rp1,5 Juta per Hektare

Berbagai produk tradisional seperti kahangga, pangaha bunga, dan aneka kue tradisional dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Program tersebut juga dikembangkan dengan konsep integrasi bersama BUMDes, salah satunya melalui pengelolaan usaha ayam petelur,” ujarnya.

“Dengan pendekatan tersebut, potensi pangan lokal dan unit usaha desa diarahkan untuk saling mendukung dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” paparnya lagi.

Fact Finding Pastikan Program Berjalan di Lapangan

Kehadiran tim fact finding menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Tim tidak hanya melihat pemaparan peserta, tetapi juga melakukan pendalaman terhadap implementasi program di lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai proses, keterlibatan masyarakat, keberlanjutan, serta manfaat yang dihasilkan.

Hal lain yang menarik perhatian yakni kehadiran 3 Putri (Dhea, Mira dan Naya) dari Putri Remaja Indonesia NTB selalu setia mendampingi peserta seleksi Pemuda Pelopor Desa terutama di Kabupaten Bima dan akhirnya mereka diberi mandat dan tugas sebagai Putri Literasi Paud oleh Ibu Salafiyah Bidang Kepemudaan Kabupaten Bima.

Baca Juga:  Pemprov NTB Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PPID OPD Diminta Tingkatkan Layanan

Dari Gerakan Kepemudaan hingga Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Rangkaian seleksi di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima memperlihatkan beragam gagasan pemuda dalam mendorong perubahan dari desa. Mulai dari gerakan kepemudaan, literasi dan isu sosial, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026 selanjutnya menjadi ruang untuk melihat sejauh mana inisiatif tersebut tumbuh dari masyarakat, dijalankan secara berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa,” tegasnya.

Seleksi Berlanjut ke Pulau Lombok

Seleksi ini akan berlanjut di Pulau Lombok dengan Finalis berasal dari 4 Kabupaten. “Alhamdulillah giat ini diikuti semua Kabupaten se-NTB,” ungkapnya.

“Di Pulau Lombok mulai pelaksanaannya lokasi Kabupaten Lombok Barat tanggal 5 Oktober. Selanjutnya ke Lombok Utara dan hingga tanggal 10 Oktober mendatang,” imbuhnya sembari menyatakan, Majulah Pemuda NTB. (*)