Kepala Bidang Kepemudaan Dispopar Kabupaten Sumbawa, H. Nurwahidah, S.Pd. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa terus memacu kreativitas dan kemandirian generasi muda melalui program Pemuda Pelopor dan Pelatihan Wirausaha Muda.

Kedua program tersebut menyasar generasi muda untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, sekaligus membangun kemandirian. Kepala Bidang Kepemudaan Dispopar Kabupaten Sumbawa, H. Nurwahidah, S.Pd., Selasa (27/10/2026), mengatakan kedua program tersebut menjadi andalan dalam pembinaan generasi muda.

Melalui program ini, Dispopar memberikan ruang bagi pemuda untuk mengekspresikan kemampuan, melahirkan inovasi, serta mengembangkan kegiatan yang produktif. “Kedua program ini menjadi andalan kami,” ujarnya.

Pemuda Pelopor Dorong Gagasan dan Karya Inovatif

Nurwahidah menjelaskan, program Pemuda Pelopor mendorong generasi muda menghasilkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dispopar telah melaksanakan perlombaan Pemuda Pelopor dalam lima bidang, yakni lingkungan, seni budaya, sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan digital.

Baca Juga:  Lantik 18 Kades Terpilih, Bupati Sumbawa : Kemenangan Sejati Saat Masyarakat Rasakan Perubahan

Melalui kelima bidang tersebut, Dispopar mendorong pemuda mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Program ini juga membuka kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan prestasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menurut Nurwahidah, pembinaan melalui Pemuda Pelopor tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Dispopar juga ingin membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, kreatif, dan inovatif. Dengan bekal tersebut, pemuda diharapkan mampu menghadapi tantangan serta menciptakan peluang pada masa mendatang.

Pelatihan Wirausaha Muda Perkuat Kemandirian Ekonomi

Selain Pemuda Pelopor, Dispopar menjalankan program Pelatihan Wirausaha Muda bagi peserta berusia 6 hingga 30 tahun untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam bidang usaha. Program ini menyasar pemuda yang memiliki kemauan mengembangkan usaha, serta potensi dan prestasi untuk terus berkembang.

Nurwahidah menyebutkan, Dispopar telah melatih lebih dari 30 peserta melalui program Pelatihan Wirausaha Muda. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya membekali peserta dengan kemampuan untuk mengembangkan potensi kewirausahaan dan mendorong kemandirian ekonomi.

Baca Juga:  Optimistis Tatap Agenda Politik ke Depan, Jarot "Bakar" Semangat Pengurus DPC NasDem se-Kabupaten Sumbawa

Melalui kegiatan ini, Dispopar ingin menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan generasi muda. Pemuda tidak hanya didorong untuk mengembangkan kreativitas, tetapi juga memanfaatkan kemampuan mereka menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Pembinaan Pemuda Diperkuat Lewat Kolaborasi

Nurwahidah menilai, kedua program tersebut juga berperan penting dalam mengarahkan generasi muda agar terlibat dalam kegiatan positif. Dengan memberikan ruang untuk berkarya, berprestasi, dan mengembangkan usaha, Dispopar berupaya menjauhkan pemuda dari aktivitas yang tidak produktif dan negatif.

Untuk memperluas jangkauan pembinaan, Dispopar turut menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus mendorong lebih banyak generasi muda terlibat dalam kegiatan pengembangan potensi.

Baca Juga:  Gubernur NTB di Forum Dunia : Ekonomi Kreatif Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Di luar program yang dikelola Dispopar, terdapat pula kegiatan kepemudaan lain, seperti Wirasena, debat, dan pidato yang merupakan program nasional. Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan keterampilan sesuai bidang masing-masing.

Dukungan Anggaran Jadi Kebutuhan Pembinaan

Namun, Nurwahidah mengatakan pelaksanaan pembinaan kepemudaan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Ketersediaan anggaran menentukan kemampuan Dispopar dalam memfasilitasi berbagai kegiatan dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Ia mengungkapkan, tanpa dukungan anggaran yang cukup, pihaknya tidak dapat menampung seluruh kegiatan dan aspirasi kepemudaan. Karena itu, dukungan anggaran diperlukan agar Dispopar dapat memperluas pembinaan, memberikan kesempatan yang lebih besar kepada pemuda, serta mengoptimalkan program pengembangan kreativitas dan kewirausahaan. (*)