
NUSRAMEDIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa soliditas dan kebersamaan seluruh insan olahraga menjadi kunci utama dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar bersama NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia meminta seluruh elemen olahraga mengakhiri perbedaan yang berlarut-larut dan mengalihkan perhatian pada agenda yang lebih besar, yakni mematangkan persiapan penyelenggaraan serta meningkatkan prestasi atlet demi menyukseskan pesta olahraga nasional tersebut.
Penegasan itu disampaikan Gubernur saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI NTB 2026, Selasa (13/10). Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan kesiapan NTB menghadapi PON 2028 yang semakin dekat.
Soliditas dan Kebersamaan Jadi Modal Utama Menuju PON 2028
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa waktu untuk mempersiapkan diri semakin terbatas. Karena itu, seluruh elemen olahraga harus segera menyatukan langkah dan memusatkan perhatian pada keberhasilan penyelenggaraan PON 2028.
“Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028,” tegasnya.
Menurut Iqbal, kesempatan bagi NTB dan NTT untuk menjadi tuan rumah PON merupakan momentum bersejarah yang harus dijawab melalui kerja nyata, persiapan matang, serta kemampuan mengelola agenda olahraga nasional secara profesional.
Ia menekankan bahwa keberhasilan PON tidak cukup hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga dari prestasi atlet yang mampu dihasilkan.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, atlet, hingga elemen pendukung lainnya, diminta menyatukan komitmen dan bergerak dalam satu tujuan.
Perbedaan Pilihan Jangan Mengalahkan Kepentingan Olahraga NTB
Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam Musprovlub merupakan bagian yang wajar dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengesampingkan kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan olahraga NTB dan kesiapan menghadapi PON 2028.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengangkat kisah Putri Mandalika sebagai pengingat tentang pentingnya nilai kebersamaan dan kepentingan bersama.
Ia berharap proses pemilihan Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030 dapat berlangsung secara konstruktif, mengedepankan musyawarah, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi olahraga daerah.
“Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan yang lainnya. Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan kita bersama-sama,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun semangat kolektif agar seluruh elemen olahraga dapat mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi mencapai tujuan bersama.
KONI Pusat Apresiasi Kinerja Pengurus KONI NTB
Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pengurus KONI NTB periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Mori Hanafi. Apresiasi tersebut terutama berkaitan dengan upaya membangun koordinasi bersama KONI Pusat dalam mempersiapkan PON 2028.
Soedarmo menjelaskan bahwa Musprovlub kali ini digelar setelah musyawarah sebelumnya pada akhir Agustus belum berhasil menetapkan ketua umum.
Ia berharap forum tersebut dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib, sekaligus menghasilkan ketua umum yang memperoleh kepercayaan dari masyarakat olahraga NTB.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan kekeluargaan selama proses musyawarah berlangsung.
Menurutnya, apabila terdapat keberatan terhadap hasil keputusan, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI), bukan melalui tindakan yang berpotensi mengganggu jalannya musyawarah.
Jaga Persatuan dan Marwah Daerah
Caretaker Ketua KONI NTB, Josef Adreanus Nae Soi, turut mengajak seluruh peserta Musprovlub menjaga persatuan dan marwah daerah dalam setiap tahapan proses pemilihan.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus tetap berada dalam koridor saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarsesama insan olahraga.
Semangat persatuan dinilai penting agar proses pemilihan kepemimpinan KONI NTB tidak menjadi penghalang bagi upaya membangun organisasi olahraga yang solid dan siap menghadapi agenda besar pada 2028.
Musprovlub Jadi Titik Konsolidasi Menuju PON XXII 2028
Musprovlub KONI NTB 2026 diharapkan menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat organisasi sekaligus mempercepat persiapan menuju PON XXII 2028.
Kesempatan menjadi tuan rumah, sebagaimana ditekankan dalam forum tersebut, bukan semata-mata tentang menyelenggarakan pertandingan olahraga.
Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi NTB untuk menunjukkan kemampuan bekerja bersama, menghadirkan penyelenggaraan yang sukses, serta melahirkan prestasi atlet yang membanggakan.
Dengan soliditas organisasi, kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, dan persiapan yang matang, NTB diharapkan mampu menjawab kepercayaan sebagai tuan rumah PON 2028 sekaligus membawa olahraga daerah menuju prestasi yang lebih baik. (*)













