Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani. (Ist)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Hadrian Irfani. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Hingga kini, arah dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) NTB masih menjadi tanda tanya.

Langkah PKB dalam bersikap di momentum politik ini menjadi sangat penting. Karena partai besutan Muhaimin Iskandar itu terbilang bisa jadi penentu.

Yakni terjadinya dua (head to head) atau tiga pasang calon yang nantinya akan bertarung di Pilgub NTB 2024 ini. Terlebih saat ini, baru hanya ada dua paslon yang memenuhi sekaligus melampaui syarat.

Dua paslon yang sudah berada dititik aman dan memenuhi syarat dukungan parpol untuk daftar di KPU meliputi Zulkieflimansyah-Suhaili (Zul-Uhel) dan Lalu Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda).

Diketahui bersama, bahwa sejauh ini duet Zul-Uhel sendiri telah mengantongi dukungan resmi dari sejumlah parpol, seperti PKS, NasDem, Demokrat dengan total 18 kursi.

Sedangkan Iqbal-Dinda telah mendapatkan dukungan resmi dari PAN dan Gerindra dengan total 14 kursi. Karena untuk mendapatkan tiket maju Pilgub NTB, bapaslon minimal mendapatkan 13 kursi.

Baca Juga:  Misteri Jasad Terbakar di Lombok Barat Terungkap, Anak Diduga Tega Habisi Ibu Sendiri Karena Uang

Pembacaan peta politik terkait berbagai potensi itu juga tak ditampik oleh pihak PKB. “Arah dukungan PKB jado penentu head to head atau tiga paslon,” ujar Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani di Mataram.

Dikatakannya, apabila arah dukungan PKB diberikan ke duet Zul-Uhel atau duet Iqbal-Dinda, maka Pilgub NTB hanya memunculkan dua poros koalisi atau head to head.

Namun jika dukungan PKB diberikan diluar duet Zul-Uhel dan duet Iqbal-IDP. Maka dukungan PKB bisa memunculkan tiga poros koalisi atau tiga paslon di Pilgub NTB tahun ini.

Misalnya, dukungan PKB jatuh ke Rohmi-Firin. Koalisi PDIP, Perindo dan PKB. Total 13 kursi. Artinya cukup untuk memenuhi syarat daftar di KPU sebagai kontestan di Pilkada NTB.

“Tapi memang belum ada keputusan DPP. Artinya semua paslon berpeluang didukung dan usung PKB,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua komisi V DPRD Provinsi NTB tersebut.

Dia menegaskan, saat ini DPP dalam proses pengambilan keputusan untuk final arah dukungan di Pilgub NTB. Dijadwalkan arah dukungan di Pilgub NTB akan diumumkan pada perayaan Harlah PKB pada tanggal 23 Juli.

Baca Juga:  KKP Apresiasi Kesiapan NTB Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Kelautan

Oleh karenanya, dia meminta agar bapaslon dapat bersabar. Karena segala sesuatunya saat ini sedang berproses. “Kita tunggu saja pengumuman (resmi) DPP (PKB),” tutup Lalu Hadrian Irfani.

BESAR POTENSI HEAD TO HEAD

Sementara itu, Ihsan Hamid selaku Peneliti Pusat Studi dan Demokrasi UIN Mataram mengatakan bahwa, arah dukungan parpol saat ini berpotensi hanya memunculkan dua paslon.

“Potensi dua paslon atau head to head ada,” ujarnya. Menurut dia, jika parpol seperti PKB dan PPP bergabung ke koalisi pengusung duet Zul-Uhel atau duet Iqbal-Dinda.

Maka dia menyakini kontestasi Pilgub NTB hanya akan mempertandingkan poros koalisi pengusung duet Zul-Uhel dan duet Iqbal-Dinda saja. Relatif dua paslon itu sudah melampuai syarat dukungan parpol pengusung.

Sementara Rohmi-Firin berpotensi menjadi paslon ketiga baru mengantongi dukungan 7 kursi dari dua parpol yakni PDIP dan Perindo. Dimana masih membutuhkan tambahan 6 atau 7 kursi lagi.

Baca Juga:  Produksi Padi NTB Melonjak 16,85 Persen, Optimisme Swasembada Pangan 2026 Kian Menguat

Sedangkan yang tersisa ada PBB 2 kursi dan Hanura 1 kursi. Artinya, masih sangat jauh dari mencukupi. Jika pun ada Partai Golkar raihan 10 kursi. Namun, menurut dia, Partai Golkar tidak ada potensi dukung dan usung duet Rohmi-Firin.

Apalagi keduanya (Rohmi-Firin) bukan kader Partai Golkar. Dukungan Partai Golkar, prediksinya akan mengarah ke duet Zul-Uhel atau Iqbal-Dinda. Karena cawagub dari paslon itu adalah kader senior Partai Golkar.

“Saya kira Golkar akan bergabung ke poros koalisi Zul-Uhel atau Iqbal-IDP (panggilan populer Dinda),” imbuhnya. Meski demikian, Ihsan menyakini kontestan Pilgub NTB akan diikuti oleh tiga Paslon.

Penentu ada dukungan dua parpol yakni PKB dan PPP. Salah satu dukungan diantara dua parpol itu (PKB dan PPP) akan melahirkan kontestan ke tiga di Pilgub NTB. “Dan saya yakin, apakah PPP atau PKB akan usung diluar duet Zul-Uhel dan Iqbal-IDP,” tutupnya. (red)