Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ribuan massa dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Laskar Sasak mendatangi Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin 19 Januari 2026.

Kedatangan Laskar Sasak diterima langsung oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. Adapun maksud kedatangan mereka. Secara tegas, mereka menyampaikan sikapnya.

Dimana secara garis besar, ribuan massa dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Laskar Sasak itu mengaku mendukung penuh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen masyarakat adat untuk mengawal program strategis Pemprov dalam mewujudkan Visi NTB Makmur dan Mendunia.

Baca Juga:  15 TK di Sumbawa Bakal Dinegerikan Tahun Ini

TONGKAT KOMANDO “PEGAT MALE”

Dikesempatan ini pula, Laskar Sasak menganugerahkan Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB sebagai simbol kepercayaan, kehormatan.

Termasuk kesiapan masyarakat adat untuk bersinergi menjaga stabilitas serta kelancaran pembangunan daerah. Gubernur pun menyampaikan apresiasi.

Ia berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Gubernur menilai penyampaian aspirasi Laskar Sasak dilakukan secara tertib, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya serta peradaban.

“Saya bangga karena Laskar Sasak memberikan contoh bagaimana menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan beradab. Ini mencerminkan kualitas budaya masyarakat NTB yang tinggi,” ujar Gubernur.

Baca Juga:  Sumbawa Terima Bantuan Kebencanaan dari BNPB

PERSATUAN JADI KUNCI

Orang nomor satu di NTB itu juga menegaskan bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dia mengajak semua komponen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku dan budaya, untuk bersama-sama mendukung agenda pembangunan daerah.

“Ini saatnya kita bersatu, bukan terpecah-belah. Sasak, Samawa, dan Mbojo harus bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, seluruh pekerjaan rumah hanya bisa kita selesaikan dengan kebersamaan,” katanya.

Baca Juga:  Sumbawa Dilanda Banjir, Johan Rosihan Tanggap Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Labuhan Bontong

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, Gubernur juga mengingatkan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara etis dan berlandaskan nilai-nilai agama serta kearifan lokal.

“Kritik itu perlu dan konstruktif, tetapi harus disampaikan dengan cara yang baik. Apa yang ditunjukkan hari ini adalah teladan bagi kita semua,” pungkasnya. (*)