Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., secara resmi membuka Workshop Pelatihan Pembuatan Produk Inovatif dari Perca Tenun Kre Alang. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., secara resmi membuka Workshop Pelatihan Pembuatan Produk Inovatif dari Perca Tenun Kre Alang, Rabu (15/04), di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kreativitas masyarakat, khususnya kader PKK dan pelaku UMKM, untuk mengolah limbah kain tenun Kre Alang menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus memperkuat identitas budaya Samawa.

Dalam sambutannya, Hj. Ida Fitria menegaskan bahwa tenun Kre Alang bukan sekadar kain tradisional, tetapi merupakan simbol identitas masyarakat Sumbawa yang harus terus dijaga keberlanjutannya di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga:  Gubernur NTB : Jadikan Pers Mitra Strategis, Tekankan Pentingnya Tabayun

“Kita berbicara tentang identitas kita sebagai orang Samawa. Tugas kita adalah bagaimana Kre Alang ini tetap hidup dan relevan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk mengubah cara pandang terhadap perca atau sisa kain yang kerap dianggap tidak bernilai. Menurutnya, peluang justru dapat lahir dari hal-hal sederhana jika diolah dengan kreativitas dan inovasi.

“Nilai tambah tidak selalu datang dari bahan baru, tetapi dari kreativitas dalam mengolah yang sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga:  Buka SPPG Kemala Bhayangkari, Ini Harapan Sekda Sumbawa

Lebih lanjut, ia mendorong pengembangan produk Kre Alang agar tidak terbatas pada satu jenis saja, melainkan dapat dikreasikan menjadi berbagai produk turunan yang lebih variatif dan memiliki daya saing di pasar.

“Tidak hanya dalam bentuk bros, tetapi bisa dikembangkan menjadi beragam produk lainnya,” tambahnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap para pengrajin daerah.

Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang kerajinan dan pengolahan limbah tekstil, serta diikuti oleh kader TP PKK dan pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Sumbawa Dorong Lahirnya Kebijakan Daerah yang Adaptif dan Responsif

Melalui kegiatan ini, diharapkan perca tenun Kre Alang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai tambah yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus memperluas daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi kita semua dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (*)