Kegiatan hari keempat Sekolah Pilar Muda diisi dengan agenda Heritage Walk. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Kegiatan hari keempat Sekolah Pilar Muda diisi dengan agenda Heritage Walk yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi bersejarah di Kabupaten Sumbawa, yakni Museum Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Kuning.

<span;>Heritage Walk diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda hasil kerja sama MPR RI bersama MY Institute dengan melibatkan pelajar dan pemuda se-Kabupaten Sumbawa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dan dipandu langsung oleh Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari.

<span;>Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Sumbawa, silsilah keluarga kerajaan, serta berbagai peninggalan bersejarah yang masih tersimpan hingga saat ini. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga memahami nilai budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumbawa.

<span;>Heritage Walk diikuti oleh Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, Johan Rosihan, Kepala Sekolah Pilar Muda Miftahul Arzak, wakil kepala sekolah, serta delegasi Sekolah Pilar Muda. Kehadiran para peserta dan pendamping menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda melalui kunjungan langsung ke situs-situs bersejarah.

<span;>Lokasi pertama yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut adalah Museum Bala Datu Ranga. Setibanya di museum, seluruh peserta terlebih dahulu mengisi daftar hadir pengunjung sebelum mengikuti sesi pengenalan sejarah museum. Pada kesempatan itu, peserta diperlihatkan berbagai informasi mengenai sejarah Museum Bala Datu Ranga serta diperkenalkan dengan silsilah keluarga Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu.

Baca Juga:  Gubernur Iqbal Dorong Transformasi RSUP NTB Jadi RS Modern dan Humanis

<span;>Pemandu menjelaskan secara rinci perjalanan sejarah Abdul Madjid Daeng Matutu selama menjabat sebagai Datu Ranga pada tahun 1901 hingga 1979. Penjelasan tersebut disampaikan melalui pemaparan timeline berbagai peristiwa penting yang terjadi pada masa kepemimpinannya. Peserta mendapatkan gambaran mengenai perkembangan pemerintahan pada masa itu sekaligus memahami bagaimana perjalanan sejarah Kesultanan Sumbawa berlangsung dari waktu ke waktu.

<span;>Tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pemerintahan dan keluarga kerajaan, peserta juga diajak melihat dokumentasi sejarah berupa foto-foto pejabat Kesultanan Sumbawa bersama pemerintah Hindia Belanda. Foto-foto tersebut menjadi bagian penting dalam menggambarkan hubungan pemerintahan pada masa lampau sekaligus menjadi sumber pembelajaran sejarah bagi para peserta.

<span;>Selain dokumentasi foto, berbagai benda peninggalan milik Datu Ranga juga diperlihatkan kepada peserta. Di antaranya berupa tempat tidur, tandu, lemari, serta sejumlah benda bersejarah lainnya yang masih tersimpan di museum. Keberadaan benda-benda tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat peninggalan sejarah yang selama ini hanya diketahui melalui cerita atau bacaan.

<span;>Setelah menyelesaikan kunjungan di Museum Bala Datu Ranga, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, yaitu Istana Dalam Loka. Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir pengunjung dan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebelum memasuki sesi utama.
<span;>Di Istana Dalam Loka, peserta kembali mendapatkan penjelasan mengenai sejarah bangunan istana beserta filosofi yang terkandung di dalamnya.

<span;>Salah satu hal yang dijelaskan oleh pemandu adalah jumlah tiang istana yang mencapai 99 tiang dan dikaitkan dengan Asmaul Husna. Penjelasan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta karena memperlihatkan adanya nilai filosofis dan religius yang melekat pada bangunan istana.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Gandeng CARE Indonesia, Perkuat Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan Desa

<span;>Selain filosofi mengenai jumlah tiang, pemandu juga menjelaskan berbagai makna lain yang terdapat pada bangunan Istana Dalam Loka. Peserta diperkenalkan dengan silsilah Kesultanan Sumbawa sebagai bagian dari pengenalan sejarah kerajaan dan perkembangan pemerintahan pada masa lalu. Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah Kesultanan Sumbawa serta nilai budaya yang diwariskan hingga saat ini.

<span;>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur berkeliling ke setiap ruangan yang ada di Istana Dalam Loka, mulai dari lantai satu hingga lantai dua. Pada kesempatan tersebut, pemandu menjelaskan bahwa lantai dua dahulu digunakan sebagai tempat bagi perempuan sekaligus area untuk menenun. Penjelasan mengenai fungsi ruangan menjadi bagian penting dalam membantu peserta memahami kehidupan sosial masyarakat pada masa kerajaan.

<span;>Selama berkeliling di dalam istana, peserta juga diperlihatkan berbagai benda bersejarah yang masih tersimpan dengan baik. Beberapa di antaranya berupa foto-foto dokumentasi, tandu, alat musik tradisional Sumbawa, mahkota sultan, serta pakaian adat Sumbawa. Seluruh benda tersebut menjadi bukti sejarah sekaligus warisan budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat dan keluarga kerajaan pada masa lampau.

<span;>Penjelasan yang diberikan secara detail membuat peserta semakin memahami nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Istana Dalam Loka. Kegiatan di lokasi tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan Heritage Walk Sekolah Pilar Muda.

<span;>Usai dari Istana Dalam Loka, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi ketiga, yakni Istana Bala Kuning. Sesampainya di lokasi, pemandu kembali memberikan penjelasan mengenai sejarah Istana Bala Kuning kepada seluruh peserta.
<span;>Peserta diajak berkeliling memasuki bagian dalam istana untuk melihat secara langsung kondisi bangunan serta berbagai peninggalan sejarah yang terdapat di dalamnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan keluarga sultan yang tinggal di Istana Bala Kuning.

Baca Juga:  Roadshow Perfilman Pemuda NTB Berakhir di Bima, Dorong Generasi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045

<span;>Di dalam istana terdapat berbagai foto sultan beserta keluarganya, dokumen-dokumen penting yang dipajang, serta sejumlah barang bersejarah lainnya. Pemandu menjelaskan fungsi masing-masing ruangan yang terdapat di Istana Bala Kuning, termasuk sejarah dari foto-foto dan barang-barang bersejarah yang dipamerkan di dalam istana tersebut.

<span;>Penjelasan yang disampaikan secara rinci membuat peserta semakin memahami sejarah dan nilai budaya yang dimiliki oleh Istana Bala Kuning. Kegiatan Heritage Walk tersebut menjadi pengalaman pembelajaran langsung bagi peserta dalam mengenal sejarah daerah melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Sumbawa.

<span;>Melalui kegiatan Heritage Walk, Sekolah Pilar Muda tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga memberikan ruang bagi pelajar dan pemuda untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Kunjungan ke Museum Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Kuning menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan generasi muda dengan jejak sejarah Kesultanan Sumbawa serta berbagai peninggalan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Kegiatan Sekolah Pilar Muda hari keempat tersebut resmi ditutup pada pukul 11.51 WITA setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai dilaksanakan. (*)