Pengambilan sumpah PNS dan pelantikan pejabat fungsional yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Sebanyak 209 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kepegawaian.

Pengangkatan tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah PNS dan pelantikan pejabat fungsional yang berlangsung di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (12/6/2026).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, para asisten sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.

Dari total 209 PNS yang diambil sumpahnya, sebanyak 195 orang menduduki jabatan fungsional dan 14 orang menempati jabatan pelaksana. Seluruhnya telah melewati berbagai tahapan mulai dari masa percobaan, pelatihan dasar, evaluasi hingga penilaian kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Sumbawa Hijau Lestari : Menjaga Hutan, Menyelamatkan Masa Depan Generasi Sumbawa

Prosesi pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara dilakukan secara simbolis oleh Kasianus Asau, A.Md dan Suhasliza Novianti, S.I.Kom. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Budi Santoso, S.Sos., M.Si, serta Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Nurfaridah, S.Kom., M.M.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pengambilan sumpah merupakan momentum penting dalam perjalanan pengabdian seorang aparatur sipil negara. Menurutnya, status PNS yang diraih saat ini bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi PNS berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, adil, cepat, dan manusiawi,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak melihat jabatan yang disandang seorang ASN, melainkan kualitas pelayanan yang diberikan. Karena itu, para PNS dituntut mampu menghadirkan birokrasi yang responsif, ramah, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Jarot : WTP Harus Dipertahankan, Hutan dan Bahasa Daerah Harus Dijaga

“Masyarakat tidak peduli apakah kita pejabat tinggi, pejabat administrator, pejabat fungsional maupun pejabat pelaksana. Yang mereka rasakan adalah apakah urusan mereka dipermudah atau dipersulit, apakah mereka dilayani dengan ramah atau justru dipingpong dari satu meja ke meja lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap para PNS yang baru diangkat dapat menjadi wajah birokrasi yang lebih baik, dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap aspirasi, serta bekerja dengan kesadaran bahwa tugas yang dijalankan merupakan bentuk ibadah dan pengabdian kepada bangsa serta daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini bukan terletak pada kurangnya aturan, melainkan pada konsistensi dalam melaksanakan aturan yang sudah ada.

Baca Juga:  Menginspirasi dengan Ilmu dan Karakter, Arsyadila Sophia Fidduha Sabet Gelar Putri Intelegensia 2026

Ia pun mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan perjanjian moral yang mengikat antara ASN dengan pemerintah dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Sumpah yang saudara ucapkan hari ini bukan hanya janji kepada pemerintah, tetapi juga janji kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalimat-kalimat yang diucapkan saat sumpah akan menjadi pengingat sepanjang perjalanan pengabdian saudara sebagai ASN,” katanya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, menandai dimulainya babak baru pengabdian bagi 209 PNS Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah berharap para ASN yang baru diangkat mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)