
NUSRAMEDIA.COM — Komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda kembali diwujudkan melalui kolaborasi Bank Jatim, Bank NTB Syariah, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Ketiga lembaga tersebut menyalurkan bantuan kacamata gratis kepada 220 pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri pada Kamis (23/7) lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Jatim yang diperingati setiap 17 Agustus, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Vice President Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, bersama jajaran Bank NTB Syariah, IZI Jawa Timur, serta para penerima manfaat dari wilayah Kediri Raya yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, dan sekitarnya.
Melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini pada Senin (27/07/2026), Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Surabaya, Asrul Akbar, menegaskan bahwa partisipasi Bank NTB Syariah dalam program lintas daerah ini merupakan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus komitmen perbankan syariah dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
“Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan saja, tetapi juga dari sejauh mana manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat dukungan penuh agar mereka dapat belajar secara optimal tanpa terkendala masalah kesehatan fisik, khususnya penglihatan,” ujar Asrul Akbar.
Program bantuan ini dilaksanakan secara transparan dan tepat sasaran bersama IZI Jawa Timur. Proses penyaluran diawali dengan penyaringan (screening) calon penerima di sekolah-sekolah, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh untuk mengidentifikasi kebutuhan alat bantu penglihatan. Selanjutnya, para siswa yang memenuhi kriteria menerima kacamata sesuai hasil pemeriksaan serta paket perlengkapan alat tulis.
Melalui proses tersebut, ditemukan cukup banyak siswa yang mengalami gangguan refraksi mata, seperti rabun jauh (minus) maupun silinder, yang sebelumnya belum terdeteksi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses belajar mengajar apabila tidak segera ditangani.
Program kolaboratif ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah, pihak sekolah, serta orang tua siswa karena dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah.
Kolaborasi antara Bank Jatim, Bank NTB Syariah, dan IZI menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga dapat menghadirkan dampak sosial yang lebih luas. Ke depan, Bank NTB Syariah berharap kemitraan strategis antar-BPD di Indonesia dapat terus diperkuat untuk memperluas jangkauan program sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar, ketiga lembaga optimistis dapat turut menciptakan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi dalam menyongsong masa depan. (*)












