
NUSRAMEDIA.COM — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 23 Agustus 2026 berlangsung khidmat di Masjid Baiturrahman, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dengan meneladani akhlak, sunnah, perjuangan, dan risalah yang beliau bawa.
Dalam hikmah Maulid, Dea Guru Haji (DGH) Ustadz Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov. menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai sebatas perayaan kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid merupakan momentum untuk memahami dan menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid adalah peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi momentum untuk mengenang, memahami, dan meneladani perjuangan serta akhlak Rasulullah,” ujar DGH Faisal dalam penyampaian hikmahnya.
Menurutnya, terdapat tiga makna penting yang dapat diambil dari peringatan Maulid Nabi, yakni ittiba, mahabbah, dan dakwah. Pertama, ittiba, yaitu mengikuti dan meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan.
Kedua, mahabbah, yakni menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bukti kecintaan kepada Allah SWT. Ketiga, dakwah, yaitu melanjutkan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan kebaikan, kebenaran, dan nilai-nilai Islam.
DGH Faisal menekankan bahwa hakikat Maulid bukan sekadar mengenang tanggal kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi bahan introspeksi bagi setiap umat Islam.
“Maulid yang sejati bukan hanya tentang mengenang kelahiran Nabi, tetapi tentang bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana akhlak, sunnah, dan perjuangan Rasulullah telah hadir dalam kehidupan kita,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten III Setda Sumbawa, Arachman Ansori, SE., ME., menyampaikan permohonan maaf Bupati Sumbawa karena tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut lantaran adanya agenda lain.
Meski demikian, Arachman Ansori menegaskan bahwa ketidakhadiran Bupati tidak mengurangi esensi dan makna peringatan Maulid Nabi.
Menurutnya, Maulid merupakan semangat umat untuk meningkatkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, mengenang kelahiran beliau, sekaligus mengimplementasikan risalah yang dibawa Rasulullah dalam mengemban misi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Dalam kesempatan tersebut, Arachman juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kondusivitas wilayah masing-masing, termasuk menjaga lingkungan, ketertiban umum, serta melindungi kawasan hutan dan lahan.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat musim kemarau mulai memasuki masa puncak sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan maupun bencana lainnya perlu diantisipasi bersama.
“Insya Allah, dengan menjaga semangat kebersamaan serta memelihara lingkungan, hutan dan lahan, ini juga bagian dari risalah keteladanan yang dibawakan oleh Nabi,” pungkasnya.
Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Asisten III Setda Sumbawa yang mewakili Bupati Sumbawa. Ia juga mengapresiasi arahan serta imbauan yang disampaikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Moyo Hulu.
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PKS H. Johan Rosihan, ST., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi Partai Gelora Kaharuddin Z., Kapolsek Moyo Hulu, Kepala KUA Moyo Hulu, para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu, BPD se-Kecamatan Moyo Hulu, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Semamung, Rudi Mustaid, S.IP., NL.P., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang telah hadir sehingga rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat berlangsung dengan sukses, aman, dan lancar.
Peringatan Maulid di Desa Semamung tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta semangat bersama dalam menjaga lingkungan dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (*)












