Nampak Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Juru Bicara Pemprov sekaligus Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketika gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), solidaritas dari dua provinsi tetangga tidak berhenti dalam bentuk pesan dan bantuan. Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) hadir langsung.

Melalui semangat Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur Bali I Wayan Koster datang ke NTT untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Keduanya hadir dan bertemu langsung dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Utama Penanganan Gempa M7,7, Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8).

Pertemuan tiga kepala daerah tersebut berlangsung dalam suasana haru sekaligus penuh keakraban. Di tengah situasi darurat, pertemuan itu menjadi gambaran nyata bahwa hubungan Bali, NTB, dan NTT bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan ikatan persaudaraan yang diuji dan diwujudkan ketika salah satu daerah mengalami musibah.

Tiga Gubernur Bersatu di Tengah Situasi Darurat

Didampingi sejumlah pihak dari industri jasa keuangan, Gubernur NTB dan Gubernur Bali menerima laporan langsung mengenai kondisi masyarakat terdampak, perkembangan kerusakan, hingga penanganan pengungsi.

Laporan disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat bersama Sekretaris Daerah. Dari pusat komando tersebut, perkembangan penanganan bencana dipantau secara terintegrasi melalui sistem informasi kebencanaan milik BPBD Manggarai Barat.

Sistem tersebut menyajikan perkembangan penanganan secara real time, termasuk data jumlah rumah yang terdampak berdasarkan tingkat kerusakan.

Hingga saat itu, tercatat sekitar 7.321 unit rumah mengalami kerusakan, baik dalam kategori berat, sedang, maupun ringan.

Baca Juga:  Muhammad Takdir : Jabatan dan Kewenangan Adalah Amanah untuk Memperjuangkan Kepentingan Rakyat

Di tengah besarnya dampak bencana, distribusi bantuan kepada para pengungsi terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara merata.

“Saudara-Saudara Kami di NTT Tidak Sendiri”

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, kehadirannya bersama Gubernur Bali merupakan bentuk nyata solidaritas kepada masyarakat NTT.

Menurut Iqbal, pengalaman menghadapi bencana membuat Bali dan NTB memahami beratnya situasi yang sedang dihadapi masyarakat NTT.

“Kami pernah merasakan hal yang sama dan sangat memahami bagaimana rasanya menghadapi bencana seperti ini. Kami hadir untuk menyampaikan bahwa saudara-saudara kami di NTT tidak sendiri,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan bahwa hubungan Bali, NTB, dan NTT tidak boleh berhenti sebagai kerja sama antarpemerintah daerah. Persaudaraan tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terlebih ketika salah satu wilayah sedang menghadapi bencana.

“Kami ini bertiga saudara kembar—Bali, NTB, dan NTT. Karena itu, kami akan memberikan apa yang kami bisa untuk membantu saudara-saudara kami di NTT,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa KR-BNN tidak hanya berbicara mengenai program pembangunan dan koordinasi antardaerah. Dalam situasi bencana, kerja sama tersebut menemukan makna yang lebih dalam: hadir, berbagi beban, dan bergerak bersama.

Bali Tegaskan Persaudaraan Bukan Sekadar Kata

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan hal senada. Menurutnya, kedatangan bersama Gubernur NTB merupakan wujud kepedulian dan rasa persaudaraan terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak gempa.

Baca Juga:  Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Perketat Belanja dan Susun APBD-P 2026 Lebih Realistis

“Kita ini bersaudara. Kalau saudara kita mengalami musibah, tentu kita ikut merasakan dan hadir untuk memberikan dukungan,” kata Koster.

Kehadiran Bali dan NTB di NTT sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana.

Bantuan tidak hanya dimaknai sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai pesan moral bahwa masyarakat terdampak memiliki saudara yang siap berdiri bersama mereka ketika masa-masa sulit datang.

Gubernur NTT : Dukungan Bali dan NTB Sangat Berarti

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak terjadinya gempa.

Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Melki menilai dukungan dari Bali dan NTB memiliki arti besar bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

“Atas nama rakyat dan pemerintah NTT, kami menyampaikan terima kasih. Dukungan dari saudara-saudara kami di Bali dan NTB sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit ini,” ujarnya.

Melki juga mengungkapkan perhatian pemerintah pusat terhadap solidaritas yang dibangun oleh tiga provinsi tersebut.

Ia menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan menilai kerja sama Bali, NTB, dan NTT sebagai salah satu contoh kerja sama regional yang nyata dan solid.

“Kemarin Pak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kepada saya bahwa tiga provinsi ini adalah contoh kerja sama yang paling nyata dan betul-betul solid,” ungkap Melki.

Bagi NTT, dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana, tetapi juga menjadi energi untuk mempercepat pemulihan.

Baca Juga:  Pemuda Sumbawa Dibekali Strategi Bisnis dan Digitalisasi Menuju Wirausaha Sukses dan Berdaya Saing

“Semoga apa yang diberikan kepada kami di NTT akan menguatkan dan mempercepat semangat pemulihan,” pungkasnya.

Peninjauan Berlanjut ke Manggarai Timur

Setelah meninjau Posko Utama Penanganan Gempa di Manggarai Barat, Gubernur NTB bersama Gubernur NTT dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Komodo Labuan Bajo.

Dari Labuan Bajo, rombongan melanjutkan peninjauan kondisi masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Sementara itu, Gubernur Bali tetap berada di Manggarai Barat untuk melanjutkan agenda penanganan dan pemantauan dampak bencana.

Peninjauan ke wilayah terdampak dilakukan menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 ER HA-5185. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus memperoleh gambaran lebih utuh mengenai dampak gempa terhadap masyarakat.

KR-BNN Hadir Saat NTT Membutuhkan

Kehadiran Bali dan NTB di NTT memberikan pesan kuat di tengah suasana duka akibat gempa. KR-BNN menunjukkan bahwa kerja sama regional tidak hanya dibangun di ruang rapat, tetapi juga diuji ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Persaudaraan antardaerah menjadi kekuatan untuk bergerak bersama, berbagi kepedulian, dan mempercepat proses pemulihan.

Bali, NTB, dan NTT mungkin berdiri sebagai tiga provinsi yang berbeda. Namun dalam menghadapi bencana, ketiganya menunjukkan satu wajah: bersaudara dan saling menguatkan.

Saat NTT berduka, Bali dan NTB datang. Bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa pesan persaudaraan. NTT tidak sendiri. Bali dan NTB bersama NTT. (*)