Anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil I Kota Mataram, I Made Slamet. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Made Slamet menilai tantangan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi.

Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga memiliki sisi negatif yang dapat memengaruhi pola pikir dan sikap generasi muda.

“Banyak yang positif dari perkembangan teknologi, tetapi ada juga yang negatif,” ujar Legislator Udayana jebolan Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Mataram itu.

Perkuat Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

Oleh karenanya, momentum Hari Kesaktian Pancasila tahun ini harus dapat dijadikan semangat untuk lebih memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Karena itu, semangat persatuan, kesatuan, dan kepedulian terhadap negara harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga:  Mandalika Jadi Sekolah Dunia, Marshal Lokal NTB Kini Dipercaya di Ajang Internasional

Dikatakannya, penguatan nilai Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu, Dewan Made Slamet menekankan pentingnya peran para pemimpin dan pejabat dalam memberikan contoh kepada masyarakat.

Menurut dia, perilaku para pemimpin akan menjadi perhatian publik dan secara tidak langsung memengaruhi kalangan generasi muda.

“Yang di atas harus memberikan contoh. Kalau yang di atas menyimpang, yang di bawah juga bisa ikut menyimpang. Karena itu, keteladanan sangat penting,” katanya.

Baca Juga:  Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Pendidikan Pancasila Perlu Dihidupkan Kembali

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali pendidikan dan pemahaman Pancasila secara lebih kuat hingga tingkat masyarakat dan generasi muda.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, berbagai kajian mengenai Pancasila perlu diterjemahkan menjadi program yang dapat dipahami dan diterapkan secara nyata.

“Nilai-nilai yang sudah dikaji harus diteruskan dan disosialisasikan sampai ke tingkat bawah, terutama kepada anak-anak muda,” ujar Made Slamet.

Gotong Royong dan Keadilan Sosial

Dalam konteks kehidupan berbangsa, Made Slamet juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai gotong royong, musyawarah, keadilan sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya.

Baca Juga:  NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada simbol atau seremoni, tetapi harus terlihat dalam kebijakan dan kehidupan masyarakat.

Made Slamet berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Ia secara khusus mendorong generasi muda yang dinilainya masih memiliki semangat dan idealisme untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa ke depan.

“Generasi muda harus kita tanamkan semangat untuk pembangunan kedepan. Mereka harus menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya. (*)