
NUSRAMEDIA.COM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui monitoring dan penggalian potensi pendapatan retribusi daerah serta Pendapatan Lain-Lain (PLL) di sejumlah unit pelaksana teknis.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi potensi penerimaan daerah sekaligus menelusuri peluang optimalisasi pendapatan dari berbagai layanan dan aktivitas yang dikelola oleh masing-masing unit.
Tim RetPLL Monitoring UPT Inseminasi Buatan
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Tim Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain (RetPLL) Bapenda NTB melaksanakan monitoring di UPT Inseminasi Buatan.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi penerimaan daerah sekaligus menelusuri peluang optimalisasi pendapatan dari berbagai layanan dan aktivitas yang dikelola unit tersebut.
Monitoring Berlanjut ke UPB Santong, Lombok Utara
Monitoring kemudian dilanjutkan ke UPB Santong, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Di lokasi ini, tim melakukan pemantauan terhadap objek retribusi serta menggali potensi pendapatan daerah yang dapat dikembangkan.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, M. Zuhudy Kadran, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap potensi penerimaan dapat teridentifikasi dan dikelola secara optimal.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bapenda NTB untuk memastikan setiap potensi penerimaan daerah dapat teridentifikasi dan dikelola secara optimal,” kata Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, M. Zuhudy Kadran.
Dorong Pengelolaan Pendapatan yang Efektif dan Akuntabel
Melalui kegiatan monitoring dan penggalian potensi ini, lanjut Zuhudy, Bapenda NTB mendorong pengelolaan pendapatan yang lebih efektif dan akuntabel.
Dengan demikian, peluang penerimaan dari sektor retribusi maupun Pendapatan Lain-Lain diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung peningkatan PAD Provinsi NTB. (*)













