Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot bertindak sebagai inspektur pada Upacara Paripurna 17 September 2026. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot bertindak sebagai inspektur pada Upacara Paripurna 17 September 2026. Upacara ini diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa.

Hadir pula Perwakilan FORKOPIMDA Kabupaten Sumbawa, para Asisten Sekda Kabupaten Sumbawa, jajaran ASN Pemkab Sumbawa, personel Kodim 1607/Sumbawa, serta unsur TNI-Polri, di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (17/09/2026).

Bukan Sekadar Seremonial

Bupati Sumbawa menegaskan, upacara paripurna yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 bukan sekadar seremonial bulanan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali kesetiaan kepada Merah Putih serta memperkuat janji pengabdian sebagai abdi negara dan bangsa, tegasnya.

Baca Juga:  NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri : Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Lebih lanjut, Bupati Sumbawa mengapresiasi kehadiran jajaran Kodim 1607/Sumbawa pada upacara ini. Hal ini sebagai simbol kuatnya sinergi antara TNI dan Pemda Sumbawa sebagai mitra sejati dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Beliau mengimbau jajaran TNI-Polri maupun ASN agar tetap rendah hati, bekerja keras, serta selalu dekat dengan rakyat, ujar Bupati.

Pilkades Berjalan Lancar, Aman, dan Kondusif

Selain itu, pada kesempatan ini Pemerintah Daerah juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Pesta Demokrasi tingkat desa (Pilkades) yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026.

Baca Juga:  PKB Sumbawa Gaspol Konsolidasi, Bidik Keterwakilan di Lima Dapil, Sukiman : Harus Solid!

Pilkades tersebut diikuti oleh 67 calon yang tersebar di 20 desa dan 11 kecamatan. Tahapan rekapitulasi hasil Pilkades yang telah diselesaikan pada 8–10 September 2026 pun dipastikan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, jelas Bupati.

Antisipasi Potensi Karhutla

Berbeda dengan Pilkades yang berjalan aman, menghadapi musim kemarau saat ini, Pemda Sumbawa memberikan imbauan khusus terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Seluruh pemangku kepentingan, ASN, jajaran TNI-Polri serta masyarakat diminta aktif mengantisipasi dan mencegah pembakaran hutan dan lahan agar tidak merambat ke kawasan pemukiman warga maupun lahan produktif lainnya yang dapat merugikan masyarakat. (*)

Baca Juga:  Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR Johan Rosihan : Generasi Muda Jangan Jadi Penonton